Jurnal Pelopor — Pemerintah Kota Medan menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah menerima dana Rp 1,5 triliun dari Bank Dunia yang disebut-sebut untuk penanganan banjir di Kota Medan. Wali Kota Medan, Rico Waas, memastikan bahwa informasi tersebut tidak benar dan perlu diluruskan agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.
“Tidak ada anggaran Rp 1,5 triliun yang dikelola Pemkot Medan. Dana itu merupakan dana World Bank yang pengelolaannya dipercayakan kepada Balai Wilayah Sungai (BWS),” ujar Rico saat ditemui pada Rabu (3/12/2025).
Menurutnya, Pemkot Medan hanya menjadi pihak yang menerima manfaat dari proyek tersebut, bukan pengelola utama dana.
Dana Dikelola BWS, Fokus pada Infrastruktur Sungai
Rico menjelaskan bahwa dana dari Bank Dunia tersebut sepenuhnya berada di bawah pengelolaan Balai Wilayah Sungai Sumatera II (BWS). Proyek ini merupakan bagian dari rencana penanganan banjir sejak tahun 2022, yang awalnya mencakup enam titik pengerjaan sungai.
“Penanganan difokuskan pada Sungai Babura, Badera, Selayang, dan kolam retensi. Namun jika tidak salah, ada tiga titik yang akhirnya tidak dijalankan,” kata Rico.
Hingga kini, beberapa proyek masih berjalan, antara lain:
- Normalisasi Sungai Badera
- Pembangunan kolam retensi Sungai Selayang
- Penanganan aliran Sungai Kera
Rico menegaskan bahwa proyek-proyek tersebut merupakan instrumen penting untuk menurunkan debit air saat musim hujan serta mengurangi risiko genangan di sejumlah kawasan rawan banjir.
Peran Pemkot Medan: Administrasi dan Pembebasan Lahan
Meski tidak mengelola anggaran, Pemkot Medan tetap memiliki tanggung jawab besar dalam mendukung keberhasilan program tersebut. Rico menyebut bahwa pihaknya berperan dalam aspek administratif, terutama komunikasi dengan warga terkait pembebasan lahan.
“Ada beberapa titik yang menggunakan anggaran perkim untuk pembebasan lahan. Itu bagian dari kontribusi Pemkot agar proyek ini bisa berjalan dan penanggulangan banjir dapat diwujudkan,” ujarnya.
Rico menekankan bahwa sosialisasi kepada masyarakat menjadi bagian penting, mengingat sejumlah pekerjaan normalisasi sungai membutuhkan area yang harus dibebaskan.
Rencana Penanganan Banjir Tahun 2026
Untuk tahun 2026, Pemkot Medan telah berkoordinasi kembali dengan BWS. Ada tiga fokus lokasi penanganan banjir yang akan menjadi prioritas:
- Sungai Badera
- Sungai Selayang
- Sungai Kera
Rico berharap sinergi antara pemerintah pusat, BWS, dan Pemkot dapat mempercepat perbaikan infrastruktur pengendali banjir di Kota Medan yang dalam beberapa tahun terakhir terus menghadapi tantangan serius, termasuk puluhan kawasan yang tergenang saat intensitas hujan meningkat.
Sumber: Detik.com
Baca Juga:
Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%
Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos
Saksikan berita lainnya:







