Jurnal Pelopor – Hiruk pikuk musik, aroma kuliner tradisional, dan gemerlap lampu warna-warni memenuhi Hutan Kota GBK, Jakarta Pusat, dalam gelaran Pasar Malam Narasi 2025. Di tengah keramaian itu, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung tampak menikmati setiap momen. Ia mengaku suasana pasar malam ini membangkitkan kenangan masa kecilnya di kampung halaman.
“Saya merasa seperti kembali ke masa kecil. Pasar malam dulu adalah tempat berkumpulnya warga, tempat penuh tawa dan kebersamaan. Dan suasananya malam ini benar-benar mengingatkan saya pada masa itu,” ujar Pramono dengan nada hangat.
Baginya, Pasar Malam Narasi bukan hanya acara hiburan, tetapi juga ruang nostalgia yang membangkitkan nilai silaturahmi dan gotong royong di tengah kehidupan modern Jakarta.
Dukung UMKM dan Ekonomi Lokal
Selain menghadirkan kenangan manis, acara ini juga menjadi ajang bagi pelaku UMKM untuk memasarkan produk mereka secara langsung. Pramono menilai kegiatan semacam ini penting untuk memperkuat fondasi ekonomi rakyat sekaligus memperluas jangkauan usaha kecil di Jakarta.
“Saya ingin kegiatan seperti ini tidak berhenti di GBK saja. Bisa digelar juga di Lapangan Banteng atau tempat lainnya, supaya lebih banyak warga yang bisa ikut merasakan suasananya,” katanya.
Ia menegaskan bahwa Pemprov DKI Jakarta siap mendukung kegiatan serupa karena membawa dampak nyata bagi masyarakat dari perputaran ekonomi hingga peningkatan interaksi sosial antarwarga.
Sentuhan Inovasi Lewat Transaksi Digital
Menariknya, Pasar Malam Narasi tahun ini tidak hanya mengandalkan nuansa tradisional, tetapi juga menghadirkan inovasi digital. Bank Jakarta hadir sebagai mitra strategis yang menyediakan sistem pembayaran nontunai melalui QRIS di setiap stan UMKM.
Dengan sistem ini, pengunjung dapat bertransaksi cepat, aman, dan tanpa uang tunai. Cara ini bukan hanya praktis, tetapi juga menjadi langkah penting dalam mendorong literasi keuangan digital di tengah masyarakat.
Direktur Utama Bank Jakarta, Agus H. Widodo, menyebut partisipasi pihaknya bertujuan memperluas akses masyarakat terhadap layanan keuangan digital.
“Kami ingin memperkenalkan cara baru bertransaksi yang mudah, cepat, dan inklusif. Lewat kegiatan seperti ini, kami memperkuat sinergi ekosistem digital Jakarta,” ujarnya.
Kolaborasi antara Tradisi dan Transformasi
Lebih dari sekadar kegiatan ekonomi, Pasar Malam Narasi 2025 menjadi simbol pertemuan antara masa lalu dan masa depan Jakarta. Di satu sisi, suasananya penuh nostalgia dan kehangatan. Di sisi lain, ia menampilkan wajah kota yang semakin modern dan inklusif.
Transformasi yang dilakukan Bank Jakarta juga sejalan dengan semangat baru Jakarta menuju kota global yang berdaya saing digital. Menurut Agus, keterlibatan pihaknya dalam kegiatan ini membuka peluang kolaborasi antara sektor perbankan, UMKM, dan generasi muda kreatif.
Merawat Kebersamaan di Kota Metropolitan
Pada akhirnya, Pasar Malam Narasi menjadi lebih dari sekadar ajang hiburan. Ia adalah ruang perjumpaan antara warga dan pemerintah, antara nostalgia dan inovasi, antara tradisi dan teknologi.
Di bawah langit Jakarta yang temaram oleh lampu-lampu pasar malam, Pramono Anung dan ribuan pengunjung malam itu membuktikan satu hal sederhana: kemajuan tidak harus menghapus kenangan, dan nostalgia bisa berjalan beriringan dengan inovasi.
Sumber: Liputan6
Baca Juga:
Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%
Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos
Saksikan berita lainnya:







