Jurnal Pelopor – Pamekasan dan dunia pesantren berduka. Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Pamekasan, KH. Taufik Hasyim, meninggal dunia dalam kecelakaan maut di ruas Tol Pasuruan-Probolinggo (Paspro), Jawa Timur, Sabtu dini hari (14 Juni 2025). Dalam insiden tragis itu, istri beliau, Nyai Amiroh Mawaddah, juga dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian.
Kronologi Kecelakaan
Peristiwa memilukan itu terjadi sekitar pukul 02.00 WIB di KM 835.600 jalur A Tol Paspro, tepatnya di wilayah Probolinggo. Kendaraan jenis Toyota Innova Zenix bernopol L 1513 CH yang ditumpangi almarhum bersama keluarga dan rombongan melaju dari arah barat menuju timur.
Diduga, mobil tersebut kehilangan kendali dan menghantam bagian belakang truk yang sedang melaju di lajur lambat. Benturan keras tak terhindarkan. Beberapa penumpang di dalam mobil mengalami luka-luka, namun yang paling tragis, KH. Taufik Hasyim dan istrinya langsung meninggal dunia di tempat.
Sementara itu, sopir mobil mengalami luka berat, dan tiga orang lainnya termasuk dua anak dikabarkan mengalami luka ringan. Seluruh korban langsung dilarikan ke RSUD Tongas, Probolinggo.
Aktivitas Terakhir KH. Taufik Hasyim
Menjelang ajalnya, KH. Taufik Hasyim diketahui baru saja menghadiri kegiatan Pelantikan Ikatan Sarjana Nahdlatul Ulama (ISNU) di Kota Probolinggo. Meski domisili beliau berada di Kaliglagah, Jember, almarhum tetap aktif menjalankan amanah sebagai Ketua PCNU Pamekasan, menunjukkan dedikasinya terhadap NU dan umat.
Menurut pengurus NU setempat, KH. Taufik Hasyim dikenal sebagai ulama kharismatik, rendah hati, serta memiliki kepedulian besar terhadap pendidikan dan sosial. Beliau adalah pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Ulum Kaliglagah, Jember, yang juga menjadi tempat beliau mengabdikan diri dalam membina para santri dan masyarakat.
Rencana Pemakaman
Jenazah KH. Taufik Hasyim dan istrinya rencananya dimakamkan di kompleks pesantren yang beliau pimpin di Dusun Kaliglagah, Desa Karangharjo, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember, pada Sabtu siang. Ribuan pelayat dari berbagai kalangan diperkirakan akan hadir, mulai dari para ulama, tokoh NU, pejabat, hingga masyarakat umum yang merasa kehilangan.
Ucapan Duka dan Doa Mengalir
Ungkapan belasungkawa dan doa berdatangan dari berbagai tokoh, termasuk dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Pengurus Wilayah NU Jawa Timur, dan sejumlah tokoh masyarakat. NU Online menyebut almarhum sebagai “figur yang berjuang tanpa pamrih untuk Nahdlatul Ulama dan umat.”
Gubernur Jawa Timur dalam pernyataannya juga menyampaikan belasungkawa mendalam.
Wafatnya Sang Ulama, Patah Tumbuh Hilang Berganti
Kehilangan KH. Taufik Hasyim bukan sekadar kehilangan seorang pemimpin organisasi, melainkan kehilangan seorang guru, pendidik, sekaligus teladan moral. Beliau menghidupkan NU dengan kerja nyata, bukan sekadar kata-kata. Komitmennya dalam dakwah, pendidikan pesantren, serta penguatan basis sosial masyarakat patut dikenang dan diteruskan generasi berikutnya.
Semoga Allah SWT menerima semua amal ibadah beliau, mengampuni segala khilaf, dan menempatkannya di sisi para kekasih-Nya. Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.
Baca Juga:
Singonoyo Cup Meledak! Legenda Persibo Turun Gunung
DPP BKPRMI Dorong Pemerintah Lebih Perhatikan Kesejahteraan Guru Ngaji
DPP BKPRMI Dorong Pemerintah Lebih Perhatikan Kesejahteraan Guru Ngaji
Saksikan berita lainnya:
Demo Besar Tolak Revisi UU TNI: Apa Dampaknya bagi Demokrasi Indonesia?







