Jurnal Pelopor – Manchester United dikabarkan menyepakati transfer pertama mereka di bursa Januari 2026, hanya dua hari setelah memecat Ruben Amorim dari kursi pelatih. Klub berjuluk Setan Merah itu melepas pemain muda Sam Mather ke klub Super Lig Turki, Kayserispor, dalam kesepakatan permanen dengan nilai transfer yang tidak dipublikasikan.
Langkah Awal Era Pasca Amorim
Keputusan melepas Sam Mather menjadi sinyal awal arah baru Manchester United usai perpisahan mendadak dengan Ruben Amorim. Meski tergolong pemain akademi, Mather sudah lama diproyeksikan sebagai aset masa depan. Namun, minimnya kesempatan tampil di tim utama membuat manajemen dan sang pemain sepakat bahwa jalan terbaik adalah berpisah.
Kepindahan ini sejatinya hampir terjadi pada bursa transfer musim panas lalu. Saat itu, pembicaraan antara Manchester United dan Kayserispor sudah berada di tahap lanjut. Bahkan, Mather disebut telah menyepakati persyaratan pribadi. Namun, keterbatasan waktu membuat kesepakatan urung terwujud.
Sam Mather Ingin Lepas dari Sepak Bola Akademi
Pada Januari ini, proses transfer akhirnya berjalan mulus. Sam Mather dikabarkan segera terbang ke Turki untuk menuntaskan kepindahannya. Meski masih terikat kontrak dengan Manchester United hingga 2027, pemain berusia 21 tahun itu merasa telah melampaui level sepak bola akademi.
Mather ingin segera merasakan atmosfer sepak bola profesional secara reguler. Bermain di luar Inggris juga dipandang sebagai tantangan baru yang bisa mempercepat perkembangan kariernya. Super Lig Turki dinilai cocok karena menawarkan persaingan ketat, tekanan suporter besar, serta kesempatan tampil konsisten.
Selama membela Manchester United, Mather mencatatkan prestasi cukup impresif di level junior. Ia ikut mengantar Setan Merah menjuarai FA Youth Cup dan mencetak lebih dari 30 gol di kompetisi liga usia muda. Beberapa kali, namanya juga sempat ikut berlatih bersama tim utama.
MU Mulai Bersih-bersih Skuad
Transfer Sam Mather disebut hanya awal dari perombakan skuad Manchester United. Klub saat ini tengah mengevaluasi sejumlah pemain, terutama yang sulit mendapat menit bermain. Manajemen ingin memastikan komposisi tim lebih efisien dan sesuai dengan filosofi pelatih baru.
Pemecatan Ruben Amorim sendiri terjadi saat United berada di posisi keenam klasemen Liga Inggris. Klub menilai keputusan ini perlu diambil demi menjaga peluang finis di posisi terbaik hingga akhir musim. Perubahan dinilai tak bisa ditunda lebih lama.
Xavi Hernandez Menguat sebagai Kandidat Pengganti
Di tengah proses restrukturisasi skuad, Manchester United juga dikabarkan telah mengantongi kandidat kuat pelatih baru. Nama Xavi Hernandez mencuat sebagai sosok yang paling serius dipertimbangkan. Mantan pelatih Barcelona itu saat ini berstatus tanpa klub sejak meninggalkan Camp Nou pada 2024.
Xavi memiliki catatan cukup impresif dengan rata-rata lebih dari dua poin per pertandingan selama menangani Barcelona. Ia juga dikenal memiliki filosofi permainan yang jelas dan keberanian memberi kepercayaan kepada pemain muda, sesuatu yang dinilai cocok dengan proyek jangka panjang United.
Awal Perubahan di Old Trafford
Kepindahan Sam Mather ke Turki menandai fase transisi Manchester United, baik di level manajerial maupun skuad pemain. Klub tampak mulai berani mengambil keputusan tegas demi menata ulang arah masa depan.
Kini, perhatian publik tertuju pada langkah berikutnya. Apakah Manchester United akan kembali bangkit dengan wajah baru, atau justru kembali terjebak dalam masa transisi yang panjang?
Sumber: Liputan6
Baca Juga:
Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%
Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos
Saksikan berita lainnya:







