Jurnal Pelopor – Manchester United benar-benar menunjukkan wajah bengisnya di pentas Eropa. Setelah unggul 3-0 atas Athletic Bilbao di leg pertama semifinal Liga Europa, pasukan Ruben Amorim justru tampil lebih lapar di kandang sendiri. Meskipun sempat tertinggal lewat gol indah Mikel Jauregizar, MU membalas empat gol tanpa ampun lewat Mason Mount (2 gol), Casemiro, dan Rasmus Hojlund. Skor 4-1 di Old Trafford membuat agregat akhir menjadi 7-1. Kemenangan ini bukan cuma soal taktik, tapi juga bukti mental baja skuad Setan Merah.
Mount Menjawab Kritik, Casemiro Tak Lekang oleh Waktu
Pemain yang sempat diragukan, Mason Mount, tampil sebagai pahlawan. Dua golnya bukan hanya menyamakan kedudukan, tapi juga mematikan semangat Bilbao. Di sisi lain, Casemiro membuktikan dia belum habis. Sundulannya yang membawa MU unggul jadi titik balik krusial. Kehadirannya memberi kestabilan, pengalaman, dan ketenangan di lini tengah yang dibutuhkan dalam laga berintensitas tinggi.
Athletic Bilbao Gagal Belajar dari Leg Pertama
Tim tamu sejatinya tampil agresif dan sempat membuat Old Trafford senyap saat memimpin 1-0. Tapi, seperti di leg pertama, pertahanan mereka runtuh saat menghadapi tekanan MU. Kegagalan menutup ruang dan terlalu percaya diri ketika unggul jadi blunder fatal. Bilbao seolah kehabisan bensin ketika MU mulai menggila di 20 menit terakhir. Ini pelajaran mahal soal bagaimana semifinal bukan hanya tentang mencetak gol, tapi juga soal menjaga disiplin sampai peluit akhir.
Tottenham Sudah Menunggu: Final Sesungguhnya Dimulai
Kini, tantangan sesungguhnya datang di final. Tottenham Hotspur, yang menyingkirkan Bodo/Glimt dengan agregat 5-1, punya lini depan mematikan dan gaya main cepat. Amorim harus segera menyiapkan strategi, sebab Spurs bukan lawan yang bisa ditundukkan dengan comeback dramatis. Mereka tim yang klinis, dan sering kali menang tanpa banyak peluang.
Penutup: Waktunya Jadi Raja Eropa Lagi
MU belum pernah juara Liga Europa sejak 2017. Kemenangan besar atas Bilbao adalah sinyal kuat bahwa kebangkitan itu nyata. Tapi jalan belum selesai. Final melawan Tottenham akan jadi ujian karakter, bukan hanya taktik. Apakah Setan Merah bisa benar-benar kembali menguasai Eropa? Semua akan terjawab di laga puncak nanti.
Baca Juga:
Tanpa Target Juara, Sukorejo FC Bikin Kejutan di Bali 7’s 2025!
Hari Bumi 2025: BKPRMI Galang Aksi Tanam 1 Juta Pohon
Saksikan berita lainnya:







