Jurnal Pelopor – Musim baru Serie A 2025/2026 membawa banyak kejutan dan sorotan, salah satunya adalah kehadiran dua nama besar yang sudah memasuki masa senja kariernya: Luka Modric dan Kevin De Bruyne. Di usia yang tak lagi muda, keduanya justru membuka lembaran baru di Italia dan menjadi dua dari pemain paling dinanti performanya musim ini.
Luka Modric: Usia 39 Bukan Halangan
Lahir pada 9 September 1985, Modric datang ke AC Milan di usia 39 tahun setelah mengakhiri karier gemilangnya di Real Madrid. Meski dianggap veteran, Modric datang bukan sekadar mengisi slot, tapi dengan ambisi besar: memenangkan trofi di Italia.
Gelandang asal Kroasia itu telah meraih hampir semua gelar bergengsi, termasuk 6 trofi Liga Champions, Ballon d’Or 2018, dan membawa Kroasia ke final Piala Dunia 2018. Ia juga baru saja memperpanjang kontraknya di Real Madrid demi tampil di Piala Dunia Antarklub FIFA 2025, sebelum akhirnya hijrah ke Milan.
Pelatih Milan dan sejumlah legenda klub menyebut kehadiran Modric akan memberi “keseimbangan, visi, dan kepemimpinan di lini tengah.” Terlepas dari usia, Modric dikenal sebagai gelandang yang tak bergantung pada kecepatan fisik, melainkan inteligensia bermain dan visi luar biasa, sesuatu yang masih relevan di level tertinggi.
Kevin De Bruyne: Tantangan Baru di Napoli
Sementara itu, Kevin De Bruyne, yang kini berusia 34 tahun, juga memilih melanjutkan kariernya di Italia usai kontraknya bersama Manchester City berakhir. Gelandang asal Belgia tersebut resmi bergabung dengan Napoli, juara Serie A musim lalu, dan menjadi pusat perhatian dalam proyek ambisius klub.
Karier De Bruyne telah penuh dengan prestasi—baik di level klub bersama City (termasuk 5 gelar Liga Primer Inggris dan 1 Liga Champions) maupun di timnas Belgia sebagai bagian dari “Generasi Emas”. Dikenal lewat operan mematikan, visi luar biasa, serta tendangan jarak jauh, De Bruyne diyakini mampu menjadi motor kreativitas baru Napoli di tengah regenerasi skuad.
Debut pramusimnya melawan Girona memperlihatkan kilas balik performa sang maestro. Meski baru bergabung, kontribusinya sudah terasa dalam penguasaan bola dan distribusi serangan.
Bisakah Keduanya Bersinar?
Pertanyaan besar tentu muncul: mampukah dua pemain berusia 30-an akhir ini tetap kompetitif di liga yang terkenal dengan intensitas taktis dan pertahanan ketat?
Jawabannya mungkin ya. Serie A bukan liga yang mengandalkan kecepatan semata, tapi menekankan teknik, visi, dan kecerdasan taktis—kualitas yang melekat kuat pada Modric dan De Bruyne. Sejumlah pemain senior seperti Zlatan Ibrahimović atau Francesco Totti pun terbukti masih bisa bersinar hingga usia matang di Serie A.
Lebih dari Sekadar Transfer Bintang
Bagi AC Milan dan Napoli, kehadiran Modric dan De Bruyne bukan sekadar urusan teknis di lapangan, tapi juga menambah nilai komersial, citra klub, dan pengalaman di ruang ganti. Keduanya bisa menjadi mentor bagi pemain muda dan inspirasi bagi generasi berikutnya.
Musim ini, mata penggemar sepak bola dunia akan tertuju pada San Siro dan Diego Armando Maradona Stadium. Karena meski waktu terus berjalan, magis dua maestro ini masih sangat mungkin untuk menyala terang di bawah langit Serie A.
Sumber: Bola.com
Baca Juga:
Singonoyo Cup Meledak! Legenda Persibo Turun Gunung
Takut Ekonomi Ambruk? Ini Aset Aman Selain Emas
Saksikan berita lainnya:






