Jurnal Pelopor – Warga Desa Temayang, Kecamatan Temayang, Kabupaten Bojonegoro dikejutkan oleh kebakaran hebat yang melanda sebuah mobil Suzuki Carry dengan nomor polisi AE 1438 VZ pada Senin pagi (26/5/2025). Kejadian ini berlangsung di tepi Jalan Raya Temayang sekitar pukul 05.40 WIB, ketika sebagian besar warga masih dalam aktivitas pagi mereka.
Mobil yang terbakar diketahui milik Minto Roso Susetyo (64), seorang wiraswasta asal Bojonegoro. Saat insiden terjadi, Minto bersama satu orang penumpang sedang dalam perjalanan, sebelum tiba-tiba muncul percikan api dari bagian mesin belakang kendaraan.
Kepala Bidang Damkar dan Penyelamatan Dinas Damkarmat Bojonegoro, Ahmad Agus Salim, menjelaskan bahwa pihaknya menerima laporan kebakaran pada pukul 05.45 WIB.
“Begitu mendapat laporan dari warga, tim Pos Damkarmat Temayang segera meluncur ke lokasi dengan membawa satu unit mobil pemadam dan empat personel,” ungkapnya.
Tim tiba di lokasi hanya dalam waktu lima menit, tepatnya pukul 05.50 WIB. Proses pemadaman berlangsung cukup menantang karena api sudah melahap sebagian besar bodi kendaraan. Petugas akhirnya berhasil menjinakkan api sepenuhnya pada pukul 06.30 WIB, atau sekitar 40 menit setelah tiba di lokasi kejadian.
Korsleting Listrik Diduga Penyebab Utama
Dari hasil penyelidikan awal, api diduga berasal dari korsleting listrik di area dekat tangki bahan bakar. Percikan dari arus pendek itu dengan cepat menyulut bahan mudah terbakar dan menyebabkan api membesar hanya dalam hitungan menit.
“Bagian paling parah terbakar ada di sisi mesin belakang dan bodi tengah. Kami perkirakan kerusakan mencapai 75 persen, dengan estimasi kerugian mencapai Rp 20 juta,” ujar Agus.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Baik sopir maupun penumpang sempat keluar dari kendaraan sebelum api menyebar. Namun, mobil nyaris tidak bisa diselamatkan karena sebagian besar komponennya hangus terbakar.
Warga Sekitar Panik, Jalan Sempat Macet
Insiden tersebut sempat membuat lalu lintas di Jalan Raya Temayang tersendat. Banyak pengendara yang berhenti untuk melihat kondisi mobil yang dilalap api, sementara sebagian lainnya berusaha membantu proses pemadaman darurat sebelum tim Damkarmat tiba.
Sejumlah warga juga dilaporkan panik karena lokasi kebakaran cukup dekat dengan warung dan rumah warga. Api yang menjulang tinggi ditambah asap hitam pekat membuat suasana pagi itu mencekam. Petugas Damkarmat juga sempat melakukan penyemprotan area sekitar untuk mencegah percikan api menyambar ke bangunan lain.
Damkarmat Langsung Gelar Edukasi Bahaya Korsleting dan Pencegahan Kebakaran
Tak hanya melakukan pemadaman, petugas Damkarmat juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk melakukan edukasi kepada warga sekitar lokasi kejadian. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari program pencegahan kebakaran berbasis masyarakat yang tengah digalakkan oleh Dinas Damkarmat Bojonegoro.
Edukasi yang diberikan meliputi:
- Cara mengenali gejala awal korsleting pada kendaraan.
- Langkah penanganan dini jika melihat percikan api atau bau terbakar.
- Teknik penggunaan APAR (Alat Pemadam Api Ringan).
- Pentingnya menyimpan nomor darurat Damkarmat dan segera melapor saat ada kebakaran.
Petugas juga membagikan brosur informasi keselamatan kebakaran dan memperkenalkan layanan call center Damkarmat Bojonegoro yang siap siaga 24 jam.
Peringatan untuk Semua Pemilik Kendaraan
Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi seluruh pemilik kendaraan, khususnya mobil niaga seperti Suzuki Carry, agar rutin memeriksa sistem kelistrikan. Korsleting menjadi penyebab utama kebakaran kendaraan di Indonesia, dan seringkali diabaikan hingga muncul insiden tragis.
Agus menambahkan, Dinas Damkarmat akan terus menggencarkan kegiatan sosialisasi bahaya kebakaran di tingkat desa, termasuk simulasi penanganan kebakaran ringan, terutama saat musim panas dan cuaca ekstrem.
Sumber: Radar Bojonegoro
Baca Juga:
Tanpa Target Juara, Sukorejo FC Bikin Kejutan di Bali 7’s 2025!
Hari Bumi 2025: BKPRMI Galang Aksi Tanam 1 Juta Pohon
Saksikan berita lainnya:
Demo Besar Tolak Revisi UU TNI: Apa Dampaknya bagi Demokrasi Indonesia?







