Jurnal Pelopor – Andrei Badalov, Wakil Presiden Transneft perusahaan pipa minyak milik negara Rusia ditemukan tewas pada usia 62 tahun di bawah jendela apartemennya di kawasan elit Rublevskoye Highway, Moskow. Polisi menyatakan kematian itu sebagai dugaan bunuh diri dan menemukan surat di lokasi kejadian. Namun, kematian Badalov memunculkan kecurigaan global.
Satu Lagi Dalam Deretan Panjang Elit yang Tewas
Kematian Badalov menambah panjang daftar elit Rusia yang meninggal mendadak sejak invasi Rusia ke Ukraina pada Februari 2022. Sejumlah nama sebelumnya seperti Vladislav Avayev (eks Wakil Presiden Gazprombank), dan Sergey Protosenya (eks Wakil Ketua Novatek), juga ditemukan tewas dalam kondisi mencurigakan, dengan latar dugaan pembunuhan-bunuh diri yang belum benar-benar terungkap.
Pola yang Mencurigakan dan Teori Konspirasi
Kematian para tokoh ini sebagian besar terjadi dalam situasi yang nyaris serupa—jatuh dari jendela, tenggelam, atau “bunuh diri” dengan motif pribadi yang tidak jelas. Menariknya, sebagian besar korban berasal dari sektor strategis: energi, keuangan, hingga militer bidang yang sangat terdampak sanksi ekonomi dan tekanan politik pascainvasi.
Sejumlah pengamat internasional mencium adanya pola represi terselubung di balik kematian ini. Mereka menduga, para korban memiliki informasi sensitif atau menjadi ancaman terhadap stabilitas internal Kremlin, sehingga dihilangkan melalui operasi intelijen seperti di era KGB. Dua lembaga yang kerap disebut dalam dugaan ini adalah FSB dan GRU, dua lembaga intelijen utama Rusia.
Ketakutan, Konflik Internal, atau “Penghilangan”?
Beberapa teori menyebut korban bisa saja menghadapi tekanan mental berat akibat kehilangan harta, ketakutan akan penangkapan, atau konflik internal antar oligarki. Namun, teori lainnya menyatakan bahwa kematian-kematian ini adalah pesan diam-diam dari rezim Putin: siapa pun yang melawan atau membocorkan rahasia akan menghadapi risiko besar.
Kesimpulan
Kematian Andrei Badalov memperkuat spekulasi bahwa ada “tangan gelap” di balik serangkaian kematian elit Rusia sejak 2022. Meski aparat menyebutnya bunuh diri, banyak yang yakin ini bagian dari pola represi atau pembersihan internal Kremlin. Apakah kematian ini benar kecelakaan atau bagian dari skenario yang lebih besar? Dunia masih bertanya-tanya.
Sumber: CNBC Indonesia
Baca Juga:
Singonoyo Cup Meledak! Legenda Persibo Turun Gunung
Takut Ekonomi Ambruk? Ini Aset Aman Selain Emas
Saksikan berita lainnya:







