Jurnal Pelopor – Striker Timnas Indonesia, Miliano Jonathans, resmi masuk daftar pemain FC Utrecht yang dibawa ke markas Real Betis untuk laga lanjutan Liga Europa 2025/2026. Pertandingan bakal berlangsung di Estadio de La Cartuja, Jumat (28/11/2025) dini hari WIB. Kehadiran Miliano dalam skuad menjadi sorotan karena Utrecht sedang mencari momentum untuk bangkit setelah tampil mengecewakan di empat laga awal fase liga.
Miliano sebelumnya beberapa kali tampil sebagai pemain pelapis. Namun, kondisi Utrecht yang kesulitan mencetak gol membuka peluang baginya untuk mendapatkan menit bermain lebih banyak. Kehadirannya memberi warna baru di lini depan yang kini disebut sebagai titik paling rentan dalam performa Utrecht musim ini.
Perjuangan Berat Utrecht di Fase Grup
Utrecht datang ke Spanyol dengan tekanan besar. Klub asal Belanda itu menjadi satu dari lima tim yang belum meraih kemenangan di fase liga Liga Europa musim ini. Dari empat pertandingan pertama, mereka hanya mengoleksi satu poin. Situasi ini membuat peluang lolos ke babak 24 besar semakin menipis jika tidak segera mendulang kemenangan.
Perjalanan Utrecht dimulai dengan tiga kekalahan beruntun dari Lyon, Brann, dan Freiburg. Tren negatif itu baru terputus ketika mereka bermain imbang 1-1 menghadapi Porto di kandang sendiri. Meskipun begitu, hasil tersebut belum cukup untuk mengangkat posisi mereka dari papan bawah klasemen.
Dengan empat pertandingan tersisa, Utrecht wajib memperbaiki performa jika ingin menjaga peluang melanjutkan perjalanan di kompetisi Eropa untuk pertama kalinya sejak 2010–2011.
Produktivitas Seret Jadi Sorotan Utama
Di antara beragam masalah yang menimpa Utrecht, lini depan menjadi sorotan terbesar. Mereka baru mencetak satu gol dari empat laga sebuah angka yang menggambarkan betapa tumpulnya serangan tim asuhan Ron Jans.
Padahal, Utrecht sedang tidak terkalahkan dalam empat pertandingan terakhir di kompetisi domestik. Namun, performa tandang menunjukkan kelemahan mencolok. Utrecht telah kalah dalam lima dari enam laga tandang terakhir di semua ajang. Ketidakmampuan bermain efektif jauh dari rumah menjadi faktor yang menurunkan kepercayaan diri skuad.
Situasi ini membuat pertandingan kontra Real Betis menjadi ujian berat. Selain menghadapi tekanan suporter tuan rumah, Utrecht harus berhadapan dengan tim yang lebih stabil dan memiliki kualitas serangan lebih matang.
Peluang Miliano untuk Unjuk Gigi
Di tengah kondisi sulit, peluang Miliano Jonathans tampil kian terbuka. Efektivitas serangan Utrecht yang rendah membuat pelatih Ron Jans membutuhkan opsi baru untuk menghidupkan kembali daya gedor. Kecepatan, kreativitas, dan ketajaman Miliano di kotak penalti menjadi harapan baru yang bisa memberikan kejutan di La Cartuja.
Utrecht kini berada di titik krusial. Mereka harus menemukan momentum, mengurangi kesalahan, dan meningkatkan produktivitas jika ingin tetap bersaing. Dengan empat pertandingan tersisa, kesempatan masih ada namun ruang untuk gagal semakin sempit.
Sumber: Bola.com
Baca Juga:
Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%
Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos
Saksikan berita lainnya:







