Jurnal Pelopor — Aktivitas Gunung Merapi kembali menunjukkan peningkatan. Badan Geologi melaporkan terjadinya awan panas guguran pada Senin (16/3/2026) dini hari dengan jarak luncur mencapai sekitar 1.500 meter dari puncak gunung.
Peristiwa tersebut tercatat terjadi pada pukul 02.47 WIB. Berdasarkan data pemantauan, awan panas guguran memiliki amplitudo maksimal 33,9 mm dengan durasi sekitar 175 detik. Arah luncuran awan panas dilaporkan menuju barat daya, tepatnya ke arah hulu Kali Krasak.
Saat ini Gunung Merapi masih berada pada status Siaga atau Level III. Oleh karena itu, masyarakat di sekitar kawasan gunung api tersebut diminta untuk meningkatkan kewaspadaan serta mematuhi semua rekomendasi yang dikeluarkan oleh Badan Geologi.
Aktivitas Vulkanik Masih Tinggi
Berdasarkan laporan pemantauan aktivitas Gunung Merapi periode 6 hingga 12 Maret 2026, aktivitas vulkanik masih tergolong cukup tinggi. Gunung Merapi tercatat masih mengalami aktivitas erupsi efusif, yaitu erupsi yang menghasilkan aliran lava dan guguran material dari puncak gunung.
Data pemantauan juga menunjukkan bahwa suplai magma dari dalam perut bumi masih terus berlangsung. Kondisi ini dapat memicu terjadinya guguran lava maupun awan panas sewaktu-waktu di kawasan sekitar puncak.
Karena itu, aktivitas vulkanik Merapi masih berpotensi menimbulkan berbagai bahaya bagi wilayah di sekitarnya.
Wilayah Berpotensi Terdampak
Badan Geologi menjelaskan bahwa potensi bahaya saat ini masih berada di sektor selatan hingga barat daya Gunung Merapi. Beberapa alur sungai yang berpotensi terdampak antara lain Sungai Boyong dengan jarak maksimum sekitar 5 kilometer dari puncak.
Selain itu, potensi bahaya juga meliputi Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng dengan jarak maksimum hingga 7 kilometer. Sementara itu, pada sektor tenggara potensi bahaya meliputi Sungai Woro sejauh 3 kilometer dan Sungai Gendol hingga 5 kilometer dari puncak.
Apabila terjadi letusan eksplosif, lontaran material vulkanik bahkan dapat mencapai radius hingga 3 kilometer dari puncak Gunung Merapi.
Masyarakat Diminta Tetap Waspada
Badan Geologi mengimbau masyarakat agar tidak melakukan aktivitas di wilayah yang masuk dalam daerah potensi bahaya. Selain itu, warga juga diminta untuk mewaspadai kemungkinan terjadinya lahar hujan terutama saat hujan turun di kawasan sekitar Merapi.
Pemerintah daerah di wilayah Sleman, Magelang, Boyolali, dan Klaten juga diminta terus meningkatkan langkah mitigasi untuk menghadapi potensi ancaman erupsi.
Masyarakat di sekitar Gunung Merapi juga diingatkan untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan akibat abu vulkanik yang dapat terjadi sewaktu-waktu selama aktivitas gunung masih tinggi.
Baca Juga:
Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%
Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos
Saksikan berita lainnya:







