Jurnal Pelopor – Menteri Imigrasi dan Permasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto hadir dalam acara bakti sosial yang digelar Kementerian Imipas di Sesko Daun Lumbung (Ksatrian Amirul Isnaini) Cilacap, Jawa Tengah, Senin (8/9/2025). Kedatangannya sekitar pukul 16.45 WIB disambut hangat masyarakat. Agus tampak didampingi sejumlah pejabat penting, di antaranya Dirjen Permasyarakatan Mashudi, Plt Dirjen Imigrasi Yuldi Yusman, serta Sekjen Kementerian Imipas Asep Kurnia.
Dalam kegiatan tersebut, Agus menyalurkan 5.000 paket bantuan sosial (bansos) bagi warga, pondok pesantren, serta komunitas nelayan di Cilacap.
Rincian Bantuan yang Disalurkan
Bantuan sosial yang dibagikan berupa kebutuhan pokok sehari-hari, terdiri atas beras 4 kilogram, minyak goreng 1 liter, gula pasir 0,5 kilogram, mi instan 5 bungkus, serta teh 1 pak. Paket tersebut dibagi ke sejumlah pihak, di antaranya:
- 500 paket untuk warga yang hadir di lokasi acara bakti sosial
- 350 paket untuk Pondok Pesantren Roudhitul Quranan
- 400 paket untuk Pondok Pesantren Syafaaatul Quran
- 750 paket untuk Pondok Pesantren Al Fallah
- 500 paket untuk Pesantren Tahfizh Nurul Ihsan (Cilacap, Jalan Sawo, Tritih Jeruklegi)
- 500 paket untuk Ponpes Anwaarunnajaah, Cilacap
- 500 paket untuk warga nelayan Kelurahan Kebon Baru, Cilacap Selatan
- 500 paket untuk warga nelayan Kelurahan Tegal Kamulyan
- 500 paket untuk warga nelayan Kelurahan Tambak Reja
- 500 paket untuk warga nelayan Kelurahan Lengkong
Dengan rincian tersebut, total bantuan mencapai 5.000 paket yang langsung diterima oleh masyarakat penerima manfaat.
Wujud Kepedulian Sosial
Dalam sambutannya, Menteri Agus menegaskan bahwa kegiatan bakti sosial merupakan bagian dari program akselerasi Asta Cita Kementerian Imipas. Program ini ditujukan untuk membantu keluarga warga binaan yang kurang mampu, masyarakat sekitar lembaga pemasyarakatan, komunitas perbatasan, hingga korban bencana alam.
Menurutnya, keberadaan aparatur sipil negara (ASN) tidak hanya sekadar menjalankan tugas administratif, tetapi juga memiliki kewajiban sosial untuk hadir di tengah masyarakat.
“Asn Kementerian Imipas harus mampu memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Kita harus memiliki kesadaran dan kepekaan terhadap kondisi yang dihadapi warga,” ujar Agus.
Sentuhan untuk Pesantren dan Nelayan
Penyaluran bansos yang sebagian besar diarahkan ke pondok pesantren dan komunitas nelayan di pesisir Cilacap ini memiliki makna tersendiri. Pesantren sebagai pusat pendidikan agama diharapkan semakin berdaya dalam mendukung pembinaan generasi muda, sementara nelayan yang menjadi tulang punggung ekonomi pesisir mendapat dukungan untuk meringankan beban hidup mereka.
Melalui langkah ini, Kementerian Imipas menunjukkan komitmennya untuk tidak hanya fokus pada urusan imigrasi dan pemasyarakatan, tetapi juga memberi kontribusi langsung pada kesejahteraan masyarakat.
Baca Juga:
Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%
Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos
Saksikan berita lainnya:







