• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
No Result
View All Result
Home Nasional

Menkeu Purbaya: Tak Ada Minta Bantuan Presiden soal OTT KPK

Menkeu Purbaya menolak intervensi Presiden dalam kasus OTT Bea Cukai dan Pajak, menegaskan komitmen penuh pada proses hukum.

musa by musa
05/02/2026
in Jurnal
0
purbaya
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jurnal Pelopor — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan tidak akan meminta bantuan Presiden Prabowo Subianto terkait penanganan pejabat Bea Cukai dan Pajak yang terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia menolak keras segala bentuk intervensi politik atau kekuasaan dalam proses hukum yang sedang berjalan.

Sikap tegas itu disampaikan Purbaya saat rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (4/2/2026). Menurutnya, praktik meminta “bantuan” ke presiden untuk menghentikan kasus hukum adalah pola lama yang tidak boleh lagi terjadi.

Mendampingi, Bukan Melindungi

Purbaya menjelaskan bahwa dirinya tetap akan mendampingi anak buahnya secara hukum. Namun, pendampingan itu bukan berarti perlindungan dari jerat hukum. Ia menegaskan perannya sebatas memastikan hak-hak hukum pegawai tetap terpenuhi.

Ia menolak keras anggapan bahwa seorang menteri harus turun tangan menekan aparat penegak hukum. Baginya, proses hukum harus berjalan independen, tanpa intervensi dari kekuasaan eksekutif.

“Kalau Salah, Ya Salah”

Dalam pernyataannya, Purbaya bersikap lugas. Jika pejabat Kementerian Keuangan terbukti bersalah, maka konsekuensi hukum harus diterima sepenuhnya. Tidak ada ruang untuk kompromi atau negosiasi di belakang layar.

Namun, ia juga mengingatkan agar proses hukum tetap berjalan adil. Jika seseorang tidak bersalah, maka tidak boleh ada penyalahgunaan kewenangan atau kriminalisasi. Prinsip keadilan, menurutnya, harus berjalan dua arah.

OTT di Dua Lokasi, Dua Kasus Berbeda

KPK diketahui melakukan OTT di dua lokasi berbeda, yakni Jakarta dan Banjarmasin. OTT di Banjarmasin berkaitan dengan dugaan korupsi restitusi pajak di Kantor Pelayanan Pajak Banjarmasin. Sementara itu, OTT di Jakarta berhubungan dengan dugaan korupsi di lingkungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.

Kasus ini kembali menyorot integritas aparat fiskal negara. Terlebih, sektor pajak dan bea cukai merupakan tulang punggung penerimaan negara yang sangat sensitif terhadap praktik penyimpangan.

Shock Therapy untuk Internal Kemenkeu

Sebelumnya, Purbaya menyebut OTT ini sebagai bentuk “shock therapy” bagi seluruh jajaran Kementerian Keuangan. Ia berharap kasus ini menjadi pengingat keras bahwa pengawasan akan terus diperketat dan tidak ada toleransi bagi praktik korupsi.

Menurutnya, pembersihan internal adalah langkah penting untuk memulihkan kepercayaan publik. Tanpa integritas aparat, kebijakan fiskal sebaik apa pun tidak akan mendapat legitimasi dari masyarakat.

Ujian Kredibilitas Pemerintah Baru

Kasus ini juga menjadi ujian bagi pemerintahan baru di bawah Presiden Prabowo. Sikap Purbaya yang menolak meminta campur tangan presiden menunjukkan sinyal bahwa pemerintah ingin menjaga jarak antara kekuasaan politik dan penegakan hukum.

Publik kini menunggu konsistensi sikap tersebut. Apakah penegakan hukum benar-benar dibiarkan berjalan apa adanya, atau justru kembali diuji oleh tekanan politik di belakang layar?

Sumber: Kompas.com

Baca Juga:

Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

 

Saksikan berita lainnya:

Reformasi atau Langkah Mundur? Pengesahan RUU TNI 2025

5 Skandal Hakim Terbesar di Indonesia! Bisakah Prabowo Bersihkan Peradilan?

Tags: #PurbayaYudhiSadewa #KementerianKeuangan #OTTKPK #BeaCukai #Pajak #KomisiXI #Antikorupsi
Previous Post

Dituding Nol Prestasi, Purbaya Jelaskan Kerja Sunyi Kemenkeu

Next Post

Epstein Files Ditarik Mendadak, Kesalahan DOJ Picu Amarah

musa

musa

Related Posts

msf
World

Rumah Sakit MSF Dibom, Perang Sudan Selatan Kian Brutal

06/02/2026
genosida
Nasional

Pakai KUHP Baru, Genosida Israel Dilaporkan ke Kejagung

06/02/2026
hector souto
Olahraga

Tak Mau Disanjung, Hector Souto Serahkan Panggung ke Pemain

06/02/2026
final
Olahraga

Tembus Final! Timnas Futsal Indonesia Masuk Elite Asia

06/02/2026
bil gates
World

Bill Gates di Klaim Penyakit Menular, Mantan Istri Angkat Bicara

05/02/2026
doj
World

Epstein Files Ditarik Mendadak, Kesalahan DOJ Picu Amarah

05/02/2026
Next Post
doj

Epstein Files Ditarik Mendadak, Kesalahan DOJ Picu Amarah

Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.