Jurnal Pelopor — Gubernur Bali, I Wayan Koster, mengungkapkan kekecewaannya atas lambannya perkembangan proyek Tol Gilimanuk-Mengwi yang hingga kini belum menunjukkan kemajuan signifikan. Ia mengaku merasa malu karena terus ditanya masyarakat, sementara proyek yang sudah lama direncanakan itu belum juga berjalan, meski lahan sudah ditetapkan dan tidak bisa lagi dimanfaatkan oleh warga.
Proyek Lama, Realisasi Tak Kunjung Datang
Dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR RI serta Kementerian Pekerjaan Umum dan Kementerian Perhubungan, Koster menegaskan bahwa proyek ini sangat dinantikan masyarakat Bali. Pasalnya, jalur utama Gilimanuk menuju Denpasar kini semakin padat dan kerap mengalami kemacetan.
Namun di sisi lain, masyarakat yang lahannya sudah masuk dalam penetapan lokasi justru dirugikan. Mereka tidak bisa memanfaatkan tanah tersebut, sementara kepastian pembangunan belum jelas. Karena itu, Koster mendesak pemerintah pusat segera memberikan kejelasan terkait kelanjutan proyek tol tersebut.
Pemerintah Siapkan Dokumen, Lelang Mulai 2027
Menanggapi hal tersebut, Wakil Menteri Pekerjaan Umum, Diana Kusumastuti, menjelaskan bahwa saat ini proyek masih berada pada tahap penyusunan berbagai dokumen pendukung. Mulai dari analisis dampak lingkungan (amdal), analisis lalu lintas, hingga perencanaan pengadaan lahan tengah disiapkan.
Setelah tahap ini rampung, pemerintah menargetkan proses lelang badan usaha jalan tol (BUJT) bisa dimulai pada 2027. Artinya, proyek ini masih membutuhkan waktu sebelum masuk tahap pembangunan fisik.
Konstruksi Ditargetkan 2028, Beroperasi 2031
Lebih lanjut, pemerintah memperkirakan konstruksi Tol Gilimanuk-Mengwi baru akan dimulai pada periode 2028 hingga 2029. Jika seluruh tahapan berjalan lancar, jalan tol ini ditargetkan dapat mulai beroperasi pada 2031.
Meski terkesan lama, proyek ini dinilai strategis karena akan menjadi solusi jangka panjang untuk mengurai kemacetan di Bali, khususnya dari wilayah barat menuju pusat pariwisata di selatan.
Harapan Besar untuk Konektivitas Bali
Pemerintah menilai pembangunan tol ini tidak hanya soal infrastruktur, tetapi juga bagian dari upaya meningkatkan konektivitas dan daya saing pariwisata Bali. Dengan akses yang lebih cepat dan lancar, distribusi logistik hingga mobilitas wisatawan diharapkan semakin efisien.
Kini, masyarakat hanya bisa menunggu realisasi janji tersebut. Pertanyaannya, apakah proyek ini benar-benar akan berjalan sesuai target, atau kembali tertunda seperti sebelumnya?
Baca Juga:
Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%
Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos
Saksikan berita lainnya:
https://youtu.be/Jg8rOFS8ahc?si=X_ER38dgG4saCX_v






