Jurnal Pelopor – Sebuah pesta ulang tahun anak di Stockton, California, Amerika Serikat, berubah menjadi tragedi mencekam setelah aksi penembakan massal menewaskan empat orang dan melukai sepuluh lainnya. Insiden ini terjadi pada Sabtu (29/11/2025) malam waktu setempat dan mengguncang masyarakat lokal yang sedang menikmati akhir pekan.
Penembakan di Restoran, Pelaku Masih Buron
Menurut keterangan kepolisian, penembakan terjadi sekitar pukul 18.00 waktu lokal di sebuah restoran yang disewa keluarga untuk acara ulang tahun. Korban tewas terdiri dari orang dewasa dan seorang anak, sementara sepuluh korban luka masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit terdekat.
Pihak berwenang menyatakan bahwa pelaku belum tertangkap dan penyelidikan diarahkan pada kemungkinan bahwa serangan tersebut bersifat terencana. Juru bicara Kantor Sheriff San Joaquin County, Heather Brent, menegaskan bahwa kasus ini merupakan “investigasi yang sangat aktif” dan semua informasi awal mengarah pada insiden yang ditargetkan.
“Ini kejadian yang tidak terpikirkan, terutama saat keluarga hanya ingin merayakan ulang tahun anak,” ujarnya.
Wali Kota Mengecam Keras Tragedi
Wali Kota Stockton, Christina Fugazi, menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan mengecam keras aksi kekerasan tersebut. Ia menyebut kejadian semacam ini sebagai sesuatu yang tidak dapat diterima di ruang publik, apalagi pada acara yang seharusnya aman dan penuh kebahagiaan.
“Keluarga seharusnya menikmati waktu bersama, bukan menunggu kabar di rumah sakit mengenai apakah orang yang mereka cintai selamat,” tegasnya.
Debat Regulasi Senjata di California Kembali Mengemuka
California dikenal sebagai negara bagian dengan regulasi senjata api paling ketat di Amerika Serikat. Namun, beberapa aturan tersebut mendapatkan tantangan hukum dalam beberapa tahun terakhir.
Pada 2021, larangan kepemilikan senjata serbu seperti AR-15 dibatalkan oleh hakim federal. Setahun berikutnya, Mahkamah Agung AS memperluas hak membawa senjata, memicu kekhawatiran atas lemahnya pengendalian senjata di wilayah-wilayah rawan konflik.
Tragedi di Stockton kembali menyoroti kegagalan regulasi senjata di negara tersebut, terlebih karena insiden terjadi di acara keluarga yang seharusnya menjadi ruang aman bagi anak-anak.
Polisi Kumpulkan Bukti dan Imbau Warga Melapor
Hingga saat ini, kepolisian terus mengumpulkan bukti dan meminta warga yang memiliki rekaman video atau saksi mata untuk segera melapor guna mempercepat proses identifikasi pelaku. Tim forensik telah diturunkan untuk menganalisis lokasi kejadian, termasuk jejak peluru dan keterangan saksi.
Tragedi ini menambah panjang daftar penembakan massal di Amerika Serikat sepanjang 2025, sekaligus memperkuat urgensi reformasi kebijakan kepemilikan senjata yang dinilai terlalu longgar.
Sumber: CNBC Indonesia
Baca Juga:
Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%
Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos
Saksikan berita lainnya:







