Jurnal Pelopor — Bencana tanah longsor melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Kudus, Jawa Tengah, setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan tersebut. Tercatat delapan lokasi di tiga desa mengalami longsor pada Sabtu malam (7/3/2026).
Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus, Eko Hari Jatmiko, mengatakan longsor terjadi hampir bersamaan di beberapa titik.
“Delapan lokasi longsor tersebut terdiri dari tiga lokasi di Desa Rahtawu, empat lokasi di Desa Menawan, dan satu lokasi di Desa Soco,” ujar Eko, Minggu (8/3/2026).
Longsor Terjadi Usai Hujan Deras
Menurut Eko, longsor terjadi setelah wilayah Kudus diguyur hujan deras dengan intensitas tinggi pada Sabtu malam. Material longsor berupa tanah, bebatuan, dan lumpur sempat menutup sejumlah akses jalan warga.
Salah satu titik longsor yang cukup parah berada di Dukuh Semliro, Desa Rahtawu, di mana akses jalan sempat tertutup material tanah serta bebatuan berukuran besar.
Meski demikian, saat ini akses jalan yang sebelumnya tertutup sudah berhasil dibuka kembali sehingga kendaraan dapat melintas.
Warga Diminta Tetap Siaga
BPBD Kudus mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama ketika hujan deras turun dalam waktu lama.
Warga yang tinggal di daerah rawan longsor diminta untuk segera mengungsi sementara atau berpindah ke rumah yang lebih aman apabila hujan deras terjadi.
Selain itu, masyarakat yang hendak melakukan perjalanan menuju wilayah Rahtawu atau Menawan juga diminta berhati-hati terhadap kondisi cuaca.
“Jika hujan deras disertai angin kencang, sebaiknya berhenti di tempat yang aman,” kata Eko.
Kerja Bakti Bersihkan Material Longsor
Sementara itu, Camat Gebog, Fariq Musthofa, mengatakan longsor yang terjadi di wilayahnya sempat menghambat aktivitas warga karena akses jalan tertutup material tanah dan batu.
Untuk mempercepat proses penanganan, pihak Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Gebog, pemerintah desa, relawan, dan masyarakat setempat bergotong royong membersihkan material longsor.
“Kami melakukan kerja bakti bersama untuk membuka kembali akses jalan yang tertutup longsor,” ujarnya.
Kudus Termasuk Wilayah Rawan Longsor
Berdasarkan peta rawan bencana, Kabupaten Kudus memiliki setidaknya 13 desa yang berpotensi mengalami tanah longsor. Beberapa di antaranya berada di Kecamatan Gebog, seperti Desa Rahtawu, Menawan, Jurang, dan Kedungsari.
Selain itu, wilayah rawan lainnya juga terdapat di Kecamatan Jekulo dan Dawe, termasuk Desa Terban, Soco, Ternadi, Japan, Kuwukan, Puyoh, Colo, Dukuh Waringin, dan Cranggang.
Dengan kondisi cuaca yang masih berpotensi ekstrem dalam beberapa hari ke depan, masyarakat di daerah rawan diminta untuk terus memantau perkembangan cuaca dan mengikuti arahan dari pemerintah setempat.
Baca Juga:
Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%
Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos
Saksikan berita lainnya:







