Jurnal Pelopor, Bojonegoro – SMK Kesehatan Bojonegoro menggelar Ujian Kompetensi Kejuruan (UKK) untuk program keahlian Asisten Keperawatan dengan melibatkan 12 siswa yang mengikuti ujian langsung di lingkungan sekolah. Ujian ini dilaksanakan bekerja sama dengan RSIM Sumberrejo sebagai mitra Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI).
Pelaksanaan UKK dimulai sejak pagi hari, dengan para siswa menjalani berbagai tahapan ujian praktik yang telah disesuaikan dengan standar penilaian kejuruan. Materi ujian mencakup kompetensi dasar dalam pelayanan keperawatan, yang harus dipraktikkan dengan mengikuti prosedur dan etika profesi yang berlaku.
Tahapan Ujian dan Proses Penilaian

Kegiatan dimulai dengan persiapan teknis dan pengarahan dari panitia ujian internal sekolah. Setelah itu, siswa dipanggil satu per satu untuk menunjukkan keterampilan praktik yang telah dipelajari selama masa pembelajaran. Tim penguji dari RSIM Sumberrejo menilai secara langsung proses dan hasil dari tiap tindakan keperawatan yang dilakukan oleh para siswa.
Komitmen Terhadap Kualitas Pendidikan

Kepala SMK Kesehatan Bojonegoro, Ikhwan Manaf, menekankan bahwa pelaksanaan UKK adalah bagian dari proses akhir pembelajaran yang sangat penting untuk mengukur kemampuan siswa.
“UKK adalah tahapan penentu sekaligus penguat kompetensi. Kami berharap siswa dapat mengikuti ujian ini dengan serius dan menunjukkan kemampuan terbaik mereka,” ungkapnya.
Kolaborasi dengan Dunia Industri
Kerja sama dengan RSIM Sumberrejo sebagai mitra DUDI menunjukkan komitmen SMK Kesehatan Bojonegoro dalam menjamin kualitas pendidikan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja, terutama dalam bidang pelayanan kesehatan.
Melalui kegiatan ini, SMK Kesehatan Bojonegoro berkomitmen untuk terus mencetak lulusan yang profesional, terampil, dan berakhlak sesuai dengan moto sekolah: Profesional, Berakhlak, Berperadaban.
Baca Juga:
Tanpa Target Juara, Sukorejo FC Bikin Kejutan di Bali 7’s 2025!
Hari Bumi 2025: BKPRMI Galang Aksi Tanam 1 Juta Pohon
Saksikan berita lainnya:







