Jurnal Pelopor – Sebuah video memperlihatkan cekcok antara petugas Dishub Kabupaten Tangerang dengan sopir truk viral di media sosial. Peristiwa itu disebut terjadi pada Selasa (10/6/2025) sore sekitar pukul 17.00 WIB, di kawasan Bitung, Curug, Kabupaten Tangerang, saat berlangsung razia kendaraan.
Dalam video yang beredar luas di platform X (Twitter), tampak sopir dan petugas saling beradu argumen. Sopir merasa waktu kerja sudah lewat dan menolak berhenti, sedangkan petugas tetap meminta truk menepi. Narasi yang beredar menyebut petugas Dishub mematahkan spion truk karena sopir enggan memberikan surat-surat kendaraan.
Dishub Klarifikasi: Spion Dilipat, Bukan Dirusak
Kepala Dishub Kabupaten Tangerang, Achmad Taufik, langsung memberikan klarifikasi terkait video tersebut. Ia mengakui ada insiden antara petugas dan sopir, namun membantah tuduhan perusakan.
Menurut Taufik, truk tersebut memang dihentikan secara paksa karena melanggar jam operasional yang telah diatur dalam Peraturan Bupati Tangerang Nomor 12 Tahun 2022, yakni kendaraan tambang hanya boleh beroperasi pukul 22.00 hingga 05.00 WIB. Truk tersebut tertangkap beroperasi di luar jam tersebut.
“Awalnya sopir tidak kooperatif dan justru tancap gas hingga hampir menabrak petugas. Karena itu, petugas secara spontan melipat kaca spion sebagai tindakan tegas. Tidak sampai dipatahkan atau dirusak,” jelas Taufik.
Masalah Diselesaikan di Tempat
Setelah cekcok, sopir akhirnya menghentikan truk dan bersedia diperiksa. Petugas Dishub hanya memberikan peringatan lisan agar sopir tidak lagi mengulangi pelanggaran. Taufik juga menegaskan bahwa tindakan petugas dilakukan sesuai prosedur penertiban, dan tidak ada unsur kekerasan atau perusakan.
“Permasalahan sudah selesai. Kami imbau para sopir truk untuk taat aturan operasional demi keselamatan dan kenyamanan semua pihak,” tutup Taufik.
Sumber: Detik.com
Baca Juga:
Singonoyo Cup Meledak! Legenda Persibo Turun Gunung
DPP BKPRMI Dorong Pemerintah Lebih Perhatikan Kesejahteraan Guru Ngaji
DPP BKPRMI Dorong Pemerintah Lebih Perhatikan Kesejahteraan Guru Ngaji
Saksikan berita lainnya:
Demo Besar Tolak Revisi UU TNI: Apa Dampaknya bagi Demokrasi Indonesia?







