Jurnal Pelopor – Warga Desa Mulyoagung, Kecamatan Singgahan, dikejutkan oleh penemuan mayat seorang wanita muda di tengah sawah pada Senin pagi, 23 Juni 2025. Mayat itu belakangan diketahui sebagai Puji Rahayu (21), warga Desa Tingkis, yang telah hilang kontak selama beberapa hari terakhir.

Jasad korban ditemukan dalam kondisi mengenaskan: kepala tertanam dalam lumpur, tubuh membusuk, dan nyaris tak dikenali. Diperkirakan, korban sudah meninggal dunia empat hari sebelum ditemukan. Bau busuk yang menyengat di sekitar persawahan mengantarkan para petani dan pencari rumput pada temuan tragis ini.
Kapolsek Singgahan, AKP Rukandar, menjelaskan bahwa korban ditemukan mengenakan kaus cokelat lengan panjang, celana hitam, dan kalung emas dengan liontin huruf ‘P’ yang menjadi kunci awal identifikasi. Polisi dan tim Inafis Polres Tuban langsung melakukan olah TKP dan mengumpulkan barang bukti.
Tak sampai empat jam setelah penemuan, tim Jatanras Polres Tuban berhasil menangkap pelaku, yaitu Sulthon Farid Ahmadi (25) yang ternyata adalah mantan kekasih korban sendiri.

Menurut IPDA Rudi, S.I.K., S.Pd.I., M.M., motif pembunuhan berawal dari rasa cemburu dan sakit hati karena korban diketahui bertunangan dengan pria lain. Dalam kondisi emosi tak terkendali, pelaku nekat membunuh korban dengan cara menenggelamkan kepalanya ke dalam tanah berlumpur hingga tewas di tempat.
Sempat beredar kabar bahwa korban dalam kondisi hamil, namun polisi memastikan isu tersebut tidak benar.
Kesimpulan
Kisah tragis wanita asal singgahan ini menjadi cermin kelam bahwa cinta tanpa kendali bisa berubah menjadi bencana. Dalam hubungan, kesehatan mental dan kemampuan mengelola emosi adalah hal yang tak kalah penting dari rasa sayang itu sendiri.
Semoga kejadian ini menjadi pelajaran, agar cinta tak lagi menelan nyawa.
Singonoyo Cup Meledak! Legenda Persibo Turun Gunung
Takut Ekonomi Ambruk? Ini Aset Aman Selain Emas
Saksikan berita lainnya:







