• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
No Result
View All Result
Home Lokal Daerah

Kemarau Basah, Bikin Petani Tembakau Bojonegoro Gigit Jari

Hujan deras saat kemarau bikin petani tembakau Bojonegoro kelimpungan, gagal tanam dan alami kerugian beruntun.

musa by musa
27/05/2025
in Lokal Daerah
0
tembakau
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jurnal Pelopor – Musim kemarau seharusnya menjadi waktu emas bagi para petani tembakau di wilayah timur Kabupaten Bojonegoro. Namun tahun ini, langit seperti lupa jadwal. Hujan deras masih turun nyaris tiap hari, membuat sawah-sawah yang mestinya kering kini malah tergenang. Rencana tanam tembakau pun berubah jadi ketidakpastian.

Dari Kecamatan Baureno hingga Kedungadem, keluhan petani terdengar makin lantang. Bukan hanya gagal tanam, banyak yang sudah nekat menanam pun terpaksa mengganti bibit yang rusak karena curah hujan tinggi.

Di Desa Balongcabe, Bu Sekdes menyebut para petani kini terjebak dalam sistem “tambal sulam.” Bibit yang mati karena kelebihan air diganti, lalu mati lagi, dan begitu seterusnya.

“Modal mereka habis sebelum hasilnya bisa dilihat. Ini sudah bikin banyak petani stres,” ujarnya.

Di Desa Sembong, Pak Jani berdiri di tengah sawah yang berubah seperti kolam.

“Sudah waktunya tanam tembakau, tapi air belum surut. Saya bingung harus bagaimana sekarang,” katanya dengan wajah muram.

Sementara di Desa Simorejo, Kang Rokhim memilih menunda tanam. Ia tak ingin ambil risiko.

“Tembakau ini peluang besar, tapi juga bisa jadi bencana kalau cuaca terus begini,” ujarnya, menatap awan kelabu di langit sore.

Tembakau memang bukan komoditas sembarangan. Selain bernilai ekonomi tinggi, ia juga butuh kondisi cuaca yang tepat: tanah kering, sinar matahari cukup, dan tidak banyak hujan. Maka tak heran, hujan yang tak kunjung reda di musim kemarau ini menjadi malapetaka tersendiri.

Fenomena ini bukan cuma soal gagal tanam. Ia mencerminkan perubahan iklim yang semakin tidak bisa ditebak, sebuah tantangan nyata bagi dunia pertanian. Di tengah dorongan untuk meningkatkan produksi dan swasembada, para petani justru berhadapan dengan cuaca yang makin sulit diprediksi dan minimnya solusi dari hulu.

Wilayah timur Bojonegoro kini menjadi potret rapuhnya ketahanan pangan tanpa ketahanan iklim. Mereka butuh lebih dari sekadar ramalan cuaca. Mereka butuh dukungan nyata, mulai dari sistem irigasi, proteksi gagal panen, hingga kebijakan yang peka terhadap kondisi di lapangan.

Karena bagi mereka, musim bukan sekadar waktu. Ia adalah hidup itu sendiri.

Baca Juga:

Tanpa Target Juara, Sukorejo FC Bikin Kejutan di Bali 7’s 2025!

Hari Bumi 2025: BKPRMI Galang Aksi Tanam 1 Juta Pohon

Saksikan berita lainnya:

Reformasi atau Langkah Mundur? Pengesahan RUU TNI 2025

Demo Besar Tolak Revisi UU TNI: Apa Dampaknya bagi Demokrasi Indonesia?

Tags: #Indonesia #Prabowo #JurnalPelopor #PetaniMerana #CuacaTakMenentu #GagalPanen #TembakauBojonegoro #MusimKemarauBasah #KrisisPertanian #PanganTerganggu
Previous Post

Dieng Naik Kelas! Kini Resmi Berstatus Geopark Nasional

Next Post

Air, Sawah, dan Masa Depan Bojonegoro: Dari Gedongarum hingga Pegunungan Selatan

musa

musa

Related Posts

Kebakaran Dapur SPPG di Baureno Senin Dini Hari
Jurnal

Kebakaran Dapur SPPG di Baureno Senin Dini Hari

02/02/2026
PDMLamongan
Jurnal

PDPM Lamongan Gelar Rapimda I di Trawas Mojokerto, Teguhkan Peran Pemuda Negarawan dan Kemandirian Organisasi

26/12/2025
PDPM CUP 2025 – Silaturahmi, Sportivitas, Kebersamaan
Jurnal

Semarak Milad Muhammadiyah ke-113 dan Pra-Rapimda, PDPM Lamongan Gelar Turnamen Futsal PDPM CUP 2025

07/12/2025
Peserta fun bike berangkat dari Kantor Kecamatan Turi
Lokal Daerah

Milad Muhammadiyah ke-113, PCM Turi Meriahkan dengan Fun Bike & Undian Berhadiah Gratis untuk Umum

30/11/2025
nganjuk
Lokal Daerah

Tragedi Nganjuk! Istri–Anak Polisi Dibantai Pelaku Misterius

29/11/2025
RSILAmongan
Lokal Daerah

Karyawan RSM Kalikapas Ikuti Pelatihan BTCLS, Tingkatkan Kualitas Layanan Kesehatan

24/11/2025
Next Post
bojonegoro

Air, Sawah, dan Masa Depan Bojonegoro: Dari Gedongarum hingga Pegunungan Selatan

Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.