• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
No Result
View All Result
Home Nasional

Keluhan Membludak! 27.000 Peserta BPJS Protes Layanan Buruk

Dewas BPJS Kesehatan ungkap 27 ribu keluhan layanan, ditambah puluhan ribu aduan administrasi dan iuran peserta sepanjang 2025.

musa by musa
25/09/2025
in Nasional
0
bpjs

Sejumlah warga saat mengantri untuk mengambil nomor antrian di kantor Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan di kawasan Matraman, Jakarta Pusat, Selasa (5/11/2019). BPJS Kesehatan mengakui sejumlah Peserta Bukan Penerima Upah (PBPU) dan Peserta Bukan Pekerja mulai menurunkan kelas layanan pasca diterbitkannya Peraturan Presiden Nomor 75 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan. Tribunnews/Jeprima

0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jurnal Pelopor – Ketua Dewan Pengawas (Dewas) BPJS Kesehatan, Abdul Kadir, mengungkapkan fakta mengejutkan terkait pelayanan jaminan kesehatan nasional. Tercatat, lebih dari 27.000 peserta BPJS Kesehatan menyampaikan keluhan soal pelayanan yang mereka terima. Data tersebut terungkap dalam rapat Panja Jaminan Kesehatan Nasional di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (24/9/2025).

“Yang paling banyak aduannya adalah mengenai layanan kesehatan, itu sekitar 27.038 aduan,” jelas Abdul.

Selain itu, Dewas juga mencatat ada 24.000 lebih keluhan soal administrasi dan 11.000 keluhan terkait iuran peserta.

Antrean Panjang dan Waktu Tunggu Lama

Dari seluruh keluhan, masalah antrean panjang di rumah sakit menjadi yang paling sering dilaporkan. Peserta mengaku harus menunggu terlalu lama untuk mendapatkan pelayanan medis. Waktu tunggu yang panjang ini dianggap tidak sebanding dengan kebutuhan pasien yang membutuhkan perawatan cepat.

“Pasien sering mengadu karena waktu tunggu lama, ditambah antrean di rumah sakit yang menggunakan BPJS Kesehatan juga membludak,” ujar Abdul.

Obat Tidak Tersedia dan Reimburse Tak Jelas

Masalah lain yang muncul adalah ketidaktersediaan obat di fasilitas kesehatan. Banyak pasien yang hanya diberikan resep oleh dokter, lalu diminta membeli obat di luar rumah sakit dengan janji biaya akan diganti.

Namun, proses reimburse ini kerap membingungkan.

“Kapan diganti dan jumlah penggantian juga tidak jelas. Ini yang paling sering dikeluhkan,” tegas Abdul.

Peserta merasa dirugikan karena sudah mengikuti prosedur, tetapi tidak mendapatkan obat secara langsung.

Masalah Iuran dan Kuota Rawat Inap

Tak hanya pelayanan medis, Abdul juga menyoroti adanya praktik rumah sakit yang masih meminta biaya tambahan kepada peserta BPJS Kesehatan. Beberapa rumah sakit bahkan membatasi kuota rawat inap bagi pasien BPJS.

“Misalnya rawat inap hanya diberikan tiga hari, setelah itu pasien harus dipulangkan. Ini juga banyak dikeluhkan masyarakat,” kata Abdul.

Tantangan Perbaikan Layanan

Dengan jumlah aduan yang mencapai puluhan ribu, Dewas BPJS Kesehatan menilai perlu adanya evaluasi menyeluruh. Antrean panjang, obat kosong, proses reimburse yang berbelit, hingga batasan rawat inap dianggap sebagai indikator lemahnya sistem pelayanan.

Ke depan, BPJS Kesehatan dituntut untuk tidak hanya memperbaiki administrasi, tetapi juga meningkatkan kualitas layanan di rumah sakit agar sejalan dengan prinsip jaminan kesehatan nasional.

Sumber: Kompas.com

Baca Juga:

Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

 

Saksikan berita lainnya:

Reformasi atau Langkah Mundur? Pengesahan RUU TNI 2025

5 Skandal Hakim Terbesar di Indonesia! Bisakah Prabowo Bersihkan Peradilan?

Tags: #BPJSKesehatan #DewasBPJS #PelayananPublik #KesehatanNasional #KeluhanBPJS #LayananKesehatan #BPJS #BeritaTerkini #Kesehatan #Indonesia
Previous Post

Arsenal Disindir Scholes: Mainnya Mirip 20 Tahun Lalu”

Next Post

Bos Danantara Klarifikasi Isu Direktur Keuangan Garuda Asing

musa

musa

Related Posts

prabowo
Nasional

Soal Laporan Palsu, Prabowo: Jangan Coba Main-main!

12/03/2026
sppg
Nasional

1.512 SPPG Disetop, DPR Nilai Pemerintah Serius Benahi MBG

12/03/2026
haji
Nasional

Kasus Kuota Haji, KPK Hentikan Pencekalan Pemilik Maktour.

20/02/2026
makan bergizi gratis
Nasional

Mitra Makan Bergizi Gratis Diguyur Insentif Rp 6 Juta Sehari.

20/02/2026
jcc
Nasional

Batik Miliaran di JCC Hilang! Polisi Akhirnya Tangkap 3 Pelaku.

17/02/2026
Lucky
Nasional

Lucky Widja Element Berpulang, Kenangan Lagu Tak Terlupakan

26/01/2026
Next Post
danantara

Bos Danantara Klarifikasi Isu Direktur Keuangan Garuda Asing

Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.