Jurnal Pelopor – Kabar mengejutkan datang dari Asia Tengah. Timur Kapadze, pelatih muda yang membawa Uzbekistan lolos ke Piala Dunia 2026, resmi menyatakan mundur dari tim nasional. Keputusan itu ia umumkan melalui unggahan Instagram, hanya beberapa pekan setelah turun jabatan menjadi asisten pelatih Fabio Cannavaro.
“Waktu saya bersama tim nasional telah berakhir. Tahun-tahun ini penuh emosi, kemenangan, dan pengalaman tak terlupakan,” tulis Kapadze.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada pemain, staf, federasi, dan suporter yang mendukung perjalanan Uzbekistan dalam beberapa tahun terakhir.
Mundur dengan kepala tegak, Kapadze meninggalkan jejak besar:
- Lolos Piala Dunia 2026
- Lolos Olimpiade Paris 2024
- Perak Asian Games 2023
- Juara CAFA Nations Cup 2025
Prestasi mentereng ini membuat namanya masuk radar sejumlah negara—termasuk Indonesia.
Dilirik Suporter Indonesia, Kapadze Buka Peluang
Nama Kapadze langsung melonjak di jagat sepak bola Indonesia setelah Patrick Kluivert dilepas PSSI. Banyak suporter menyebut Kapadze sebagai sosok tepat: muda, progresif, dan punya rekam jejak mengorbitkan tim underdog.
Kapadze mengakui ia mendengar kabar itu. Bahkan, pesan dari suporter Indonesia membanjiri akun Instagram-nya.
“Akun Instagram saya dipenuhi pesan dari suporter Indonesia. Namun belum ada tawaran resmi dari PSSI,” ujarnya kepada media Uzbekistan, Championat Asia.
Kapadze memuji Indonesia sebagai tim yang terorganisasi dan didukung suporter fanatik.
“Antusiasme para suporter Indonesia membuat saya senang. Itu menunjukkan kecintaan mereka pada tim nasional,” tambahnya.
Meski begitu, ia menegaskan bahwa fokusnya sebelumnya masih berada di Uzbekistan. Kini setelah pengunduran diri, pintu peluang terbuka lebih lebar.
Apakah Menuju Garuda?
Dengan kursi pelatih Timnas Indonesia masih kosong, mundurnya Kapadze datang pada waktu yang menarik. Ia belum menutup pintu untuk tawaran baru. Bahkan, ia menyebut “mempertimbangkan setiap peluang profesional adalah hal yang wajar.”
Jika PSSI bergerak cepat, Indonesia bisa mendapatkan pelatih muda Asia yang paham sepak bola modern, disiplin taktik, dan terbukti sukses membawa tim berkembang.
Peluang itu kini berada di meja PSSI dan di tangan para pengambil keputusan sepak bola nasional.
Sumber: Bola.com
Baca Juga:
Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%
Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos
Saksikan berita lainnya:






