Jurnal Pelopor – Pernyataan Ketua Umum Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kaesang Pangarep yang ingin menjadikan Jawa Tengah sebagai “kandang gajah” memantik respons santai dari PDI Perjuangan. Partai berlambang banteng itu menegaskan posisinya tetap kuat di Jawa Tengah, bahkan ketika pernah menghadapi lawan dengan kekuatan politik satu keluarga penguasa.
PDI-P Santai Hadapi Tantangan PSI
Ketua DPP PDI-P Andreas Hugo Pareira menyebut ambisi PSI bukan hal baru dalam dinamika politik Jawa Tengah. Menurutnya, daerah yang selama ini dikenal sebagai “Kandang Banteng” memang selalu menjadi arena perebutan pengaruh politik sejak lama.
“PDI Perjuangan ya tetap PDI Perjuangan. Dari dulu juga kita tahu, dinamika-dinamika seperti itu selalu ada,” kata Andreas saat dihubungi, Jumat (9/1/2026).
Ia menilai setiap partai politik wajar memiliki target dan ambisi elektoral. Namun, Andreas menegaskan bahwa kekuatan PDI-P di Jawa Tengah tidak bisa dipandang remeh, karena telah teruji dalam berbagai kontestasi politik.
Ungkapan soal ‘Satu Keluarga Penguasa’
Andreas kemudian menyinggung hasil Pemilihan Legislatif 2024 di Jawa Tengah. Saat itu, PDI-P tetap keluar sebagai pemenang meski menghadapi lawan yang disebut memiliki kekuatan politik besar.
“Kita lihat saja hasilnya. Dengan situasi kemarin, satu keluarga berdiri dengan segala kekuasaan, tetap saja PDI Perjuangan menang di Jawa Tengah,” ujarnya.
Pernyataan ini sekaligus menjadi sinyal bahwa PDI-P memandang target PSI sebagai tantangan biasa, bukan ancaman serius bagi dominasi politik mereka di provinsi tersebut.
Ambisi Kaesang Jadikan Jateng Kandang PSI
Sebelumnya, Kaesang Pangarep secara terbuka menyatakan keinginannya menjadikan Jawa Tengah sebagai basis kuat PSI. Ia menyebut wilayah tersebut sebagai “kandang gajah”, simbol baru yang ingin dibangun PSI sebagai penantang dominasi partai-partai besar.
PSI pun mulai memanaskan mesin partai dengan target ambisius pada Pemilu 2029. Kaesang menargetkan PSI meraih 17 kursi DPRD Provinsi Jawa Tengah. Saat ini, PSI baru mengantongi 12 kursi di tingkat provinsi.
“Jujur saja, 12 kursi itu masih terlalu kecil untuk Jawa Tengah. Target kita ke depan 17 kursi di tingkat provinsi,” ujar Kaesang saat membuka Rapat Koordinasi Wilayah DPW PSI Jawa Tengah di Solo, Kamis (8/1/2025).
Target 100 Fraksi dan Contoh Kota Solo
Tak hanya di tingkat provinsi, Kaesang juga memasang target besar di level kabupaten dan kota. Ia berharap sedikitnya 100 fraksi PSI dapat terisi di DPRD kabupaten/kota se-Jawa Tengah pada Pemilu 2029.
Kaesang mencontohkan perkembangan PSI di Kota Solo. Pada pemilu sebelumnya, PSI hanya meraih satu kursi DPRD. Namun, pada Pemilu 2024, jumlah tersebut melonjak menjadi lima kursi.
PSI bahkan berhasil menempatkan kadernya sebagai pimpinan DPRD Kota Solo serta memiliki Wakil Wali Kota Solo.
“Saya berharap di pemilu selanjutnya akan semakin banyak pemimpin yang lahir dari PSI,” kata Kaesang.
Persaingan Politik Menuju 2029
Kaesang menegaskan komitmen PSI untuk terus hadir dan bekerja bagi masyarakat Jawa Tengah. Ia mengajak seluruh kader dan simpatisan untuk bergerak bersama menghadapi Pemilu 2029.
“Jawa Tengah ini kandang gajah. PSI hadir untuk masyarakat Jawa Tengah. Tolong bantu kami bekerja dan bergerak bersama menuju Pemilu 2029,” ujarnya.
Pernyataan Kaesang dan respons santai PDI-P menandai mulai menghangatnya peta persaingan politik di Jawa Tengah. Meski masih jauh dari hari pemungutan suara, kontestasi pengaruh antarpartai di provinsi ini tampaknya akan semakin terbuka dan menarik untuk disimak.
Sumber: Kompas.com
Baca Juga:
Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%
Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos
Saksikan berita lainnya:







