Jurnal Pelopor — Perbedaan suhu rata-rata tahunan antarnegara di dunia menunjukkan kontras iklim global yang semakin nyata. Dari wilayah tropis yang panas menyengat hingga kawasan kutub dengan suhu ekstrem di bawah nol, data terbaru mengungkap bagaimana faktor geografis menentukan kondisi iklim setiap negara, termasuk posisi Indonesia di tengah peta suhu dunia.
Berdasarkan analisis World Bank Group untuk periode 1991–2020, variasi suhu tahunan dipengaruhi oleh lintang geografis, topografi wilayah, tutupan vegetasi, hingga pola sirkulasi atmosfer global. Hasilnya, jurang perbedaan suhu antarnegara terlihat sangat tajam.
Burkina Faso Jadi Negara Terpanas Dunia
Burkina Faso tercatat sebagai negara dengan suhu rata-rata tahunan tertinggi di dunia, mencapai 30,4°C. Negara di Afrika Barat ini berada di peringkat teratas, diikuti oleh sejumlah negara Afrika lainnya. Bahkan, enam dari sepuluh negara terpanas dunia berasal dari benua Afrika.
Dominasi Afrika dalam daftar ini bukan tanpa sebab. Secara geografis, sebagian besar wilayah Afrika terletak di zona tropis dan subtropis. Posisi ini membuat benua Afrika menerima radiasi matahari yang hampir tegak lurus sepanjang tahun, sehingga panas terakumulasi secara konsisten.
Faktor Alam Membuat Afrika Ekstrem Panas
Ada beberapa faktor utama yang membuat suhu di Afrika sangat tinggi. Pertama, keberadaan Gurun Sahara seluas sekitar 9 juta kilometer persegi menciptakan wilayah dengan tutupan vegetasi sangat minim. Kondisi ini menyebabkan panas matahari tidak terserap oleh tanaman, melainkan terpantul kembali ke atmosfer dan menaikkan suhu permukaan.
Kedua, pola sirkulasi atmosfer global seperti sel Hadley menyebabkan udara kering turun di kawasan subtropis Afrika. Akibatnya, wilayah tersebut memiliki langit cerah dan curah hujan rendah, kondisi ideal untuk pemanasan ekstrem. Ketiga, meskipun beberapa wilayah Afrika memiliki dataran tinggi, ketinggian tersebut belum cukup untuk mengimbangi panas intens dari posisi geografis tropisnya.
Selain Afrika, sejumlah negara kepulauan tropis seperti Aruba, Tokelau, Tuvalu, dan Curaçao juga mencatat suhu rata-rata tahunan tinggi di kisaran 28–29°C. Negara-negara Timur Tengah seperti Qatar, Bahrain, dan Uni Emirat Arab pun menunjukkan tren suhu serupa.
Greenland Jadi Negara Paling Dingin di Bumi
Di sisi berlawanan, Greenland mencatat suhu rata-rata tahunan terendah di dunia, yakni minus 18,7°C. Wilayah ini berada di dalam Lingkaran Arktik, sehingga menerima radiasi matahari dengan sudut sangat rendah. Bahkan, Greenland mengalami malam kutub saat matahari tidak terbit selama berbulan-bulan di musim dingin.
Sekitar 80% wilayah Greenland tertutup lapisan es permanen dengan ketebalan lebih dari 2.000 meter. Permukaan es ini memiliki efek albedo tinggi, memantulkan hingga 90% radiasi matahari kembali ke atmosfer. Selain itu, arus laut Arktik yang dingin serta angin kutub yang konstan turut menjaga suhu ekstrem sepanjang tahun.
Posisi Indonesia di Peringkat Menengah Dunia
Sementara itu, negara-negara Eropa umumnya menempati posisi tengah dengan suhu rata-rata tahunan berkisar antara 8°C hingga 15°C. Indonesia sendiri berada di peringkat ke-69 dunia dengan suhu rata-rata tahunan 25,96°C.
Posisi ini menempatkan Indonesia sebagai negara beriklim tropis yang relatif stabil dibandingkan negara-negara ekstrem panas maupun ekstrem dingin. Namun demikian, tren perubahan iklim global tetap menjadi tantangan serius, terutama bagi negara kepulauan seperti Indonesia yang rentan terhadap kenaikan suhu, perubahan pola hujan, dan cuaca ekstrem.
Bagaimana menurut Anda, apakah suhu Indonesia masih tergolong ideal atau justru mulai terasa makin panas dari tahun ke tahun?
Baca Juga:
Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%
Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos
Saksikan berita lainnya:







