Jurnal Pelopor – Ketegangan meningkat di Jepang setelah Kedutaan Besar China di Tokyo mengeluarkan peringatan kepada warganya terkait potensi gempa besar di wilayah Palung Nankai, yang bisa berdampak luas dan menimbulkan korban jiwa hingga 298.000 orang. Peringatan ini merujuk pada laporan resmi Pemerintah Jepang yang dirilis pada 31 Maret 2025.
Dalam laporan tersebut, disebutkan bahwa kemungkinan terjadinya gempa besar di Palung Nankai dalam 30 tahun ke depan meningkat dari 70% menjadi 80%. Zona rawan ini membentang luas dari Okinawa di barat hingga Fukushima di timur mengancam wilayah padat penduduk dan pusat ekonomi utama Jepang.
Peringatan Serius dari Pemerintah China
Melalui surat pemberitahuan yang dikutip media Global Times, Kedubes China mengimbau warganya di Jepang untuk:
- Mengidentifikasi lokasi evakuasi terdekat
- Mengikuti arahan pemerintah Jepang
- Merencanakan aktivitas dengan mempertimbangkan risiko gempa
- Memantau informasi seismik secara saksama
Peringatan ini bukan tanpa dasar. Negri Sakura dikenal sebagai negara dengan aktivitas seismik tinggi. Bahkan, pemerintah Jepang memproyeksikan kerugian ekonomi hingga USD 1,8 triliun jika gempa besar benar-benar terjadi.
Ancaman Lama yang Kian Dekat
Gempa terakhir yang mengguncang Palung Nankai terjadi pada 1946. Sejarah mencatat bahwa wilayah ini mengalami gempa besar setiap 100–150 tahun sekali, yang berarti waktu terjadinya bencana besar berikutnya semakin dekat.
Badan Meteorologi Jepang juga mencatat enam gempa dalam 24 jam terakhir dengan kekuatan di atas 2,5 magnitudo. Yang terbesar tercatat berkekuatan 4,8 SR di lepas pantai Hokkaido.
Sebelumnya, Jepang mengalami tragedi besar pada 11 Maret 2011 ketika gempa magnitudo 9,0 mengguncang wilayah timur negara itu, memicu tsunami dan bencana nuklir Fukushima, serta menyebabkan hampir 20.000 korban jiwa.
Sabuk Cincin Api dan Ancaman Rutin
Sebagai bagian dari “Ring of Fire” sabuk seismik paling aktif di dunia Jepang terletak tepat di jalur pertemuan lempeng-lempeng tektonik besar. Menurut Survei Geologi Amerika Serikat (USGS), sekitar 81% gempa bumi terbesar di dunia terjadi di wilayah ini.
Palung Nankai menjadi perhatian utama karena jika lempeng tektonik di wilayah ini tergelincir, dapat menimbulkan gempa megathrust dengan kekuatan luar biasa dan memicu tsunami masif.
Belum Ada Respon Pemerintah Jepang
Hingga berita ini ditulis, pemerintah Jepang belum memberikan tanggapan resmi atas peringatan Kedubes China tersebut. Namun publik Jepang diminta tetap waspada, mengingat tingginya potensi gempa berdasarkan kajian ilmiah yang telah dirilis.
Dengan semua peringatan ini, negara-negara tetangga pun mulai menyusun strategi mitigasi risiko jika gempa besar benar-benar mengguncang Negri Sakura, mengingat dampak regional yang dapat ditimbulkan, termasuk gangguan ekonomi, logistik, dan kemanusiaan.
Penutup
Dengan meningkatnya probabilitas terjadinya gempa besar, kesadaran dan kesiapsiagaan menjadi kunci utama. Baik pemerintah Jepang maupun masyarakat internasional diminta untuk tidak mengabaikan peringatan ilmiah, dan mulai memperkuat sistem mitigasi bencana sedini mungkin.
Sumber: CNBC Indonesia
Baca Juga:
Singonoyo Cup Meledak! Legenda Persibo Turun Gunung
Takut Ekonomi Ambruk? Ini Aset Aman Selain Emas
Saksikan berita lainnya:







