Jurnal Pelopor – Jelang Hari Raya Idul Fitri 2026, suasana di kawasan pusat grosir Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, berubah drastis. Meski Lebaran masih beberapa bulan lagi, gelombang pembeli sudah membanjiri pasar untuk berburu baju Lebaran, terutama model gamis rompi lepas yang kini tengah viral di kalangan pedagang dan konsumen.
Gamis Rompi Lepas: Tren Fashion Lebaran 2026 yang Diminati
Salah satu pedagang di Tanah Abang, Bella (30), mengatakan toko-tokonya sudah ramai dikunjungi pembeli besar meskipun Lebaran masih jauh. Kebanyakan pembeli datang untuk membeli secara grosir demi dijual kembali di daerah asal mereka.
Bella menjelaskan bahwa tren gamis rompi lepas adalah magnet utama gelombang pembeli kali ini. Model ini menampilkan kombinasi gamis bermotif dengan outer rompi yang bisa dilepas-pasang. Keunikan desain ini memberi pengguna dua gaya sekaligus: formal dengan rompi dan kasual tanpa rompi.
Rompi lepas dipandang praktis sekaligus stylish, sehingga menarik minat berbagai kalangan, dari remaja hingga ibu-ibu. Selain itu, pilihan warna pastel dan earth tone seperti krem dan sage green juga turut memperkuat daya tarik model ini.
Kerja Pedagang dan Pembeli Grosir Meningkat
Bella mengungkapkan bahwa banyak pembeli yang datang dari luar Jakarta untuk memborong gamis rompi lepas secara grosir. Ada yang memesan hingga puluhan juta rupiah dalam sekali transaksi.
“Satu motif biasanya orang pesan sekitar 50 pieces,” ujarnya.
Harga gamis rompi lepas ini juga relatif terjangkau. Untuk pembelian grosir, gamis dijual di kisaran Rp260 ribu hingga Rp350 ribu per set, sedangkan harga eceran berkisar antara Rp350 ribu hingga Rp500 ribu. Banyak pedagang juga menyediakan kerudung senada untuk membuat satu set busana Lebaran yang lengkap dan serasi.
Kreativitas dalam Berbusana Muslim
Menurut Bella, model gamis rompi lepas bukan hanya soal tren semata. Desainnya memungkinkan konsumen untuk bereksperimen dengan gaya. Pemakai bisa memilih memakai gamis lengkap dengan rompi, atau hanya inner gamis tanpa outer untuk tampilan yang lebih sederhana. Bahkan rompi pun bisa dipadu-padankan dengan outfit lain sesuai gaya pribadi.
Tren ini tidak hanya dilihat sebagai fashion statement, tetapi juga sebagai respon atas selera konsumen masa kini yang mengutamakan fleksibilitas dan nilai guna dalam satu pakaian.
Pasar Lebih Ramai dari Tahun-Tahun Sebelumnya
Fenomena lonjakan pengunjung Tanah Abang di luar musim tradisional belanja Lebaran menunjukkan pergeseran dalam perilaku konsumen. Biasanya pembeli ramai beberapa minggu sebelum Ramadan, tetapi tahun ini tren sudah muncul lebih awal karena informasi tentang gamis rompi lepas tersebar luas lewat media sosial.
Ramainya pembeli dari luar daerah menandakan bahwa Pasar Tanah Abang tetap menjadi pusat ritel dan grosir utama untuk kebutuhan busana Lebaran di Indonesia. Banyak pedagang percaya bahwa tren ini akan terus berkembang dan memberi dampak positif terhadap omzet mereka menjelang puncak Ramadan nanti.
Dengan semakin cepatnya tren fashion menyebar dan adaptasi desain yang kreatif, baju Lebaran di Tanah Abang bukan hanya soal tradisi belanja tahunan, tetapi juga cerminan dinamika pasar dan selera konsumen di era digital. Apakah model gamis rompi lepas akan tetap dominan hingga Ramadan tiba? Kita akan lihat bagaimana konsumen meresponsnya di bulan-bulan berikutnya.
Sumber: Detik.com
Baca Juga:
Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%
Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos
Saksikan berita lainnya:







