Jurnal Pelopor – Kemunculan kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, bersama pemain muda Belanda U-19, Lyfe Oldenstam, menjadi sorotan publik sepak bola Tanah Air. Momen keduanya bertemu seusai laga Como 1907 kontra Sassuolo di Stadio Giuseppe Sinigaglia langsung memantik berbagai spekulasi terutama terkait potensi Oldenstam mengikuti jejak Jay untuk membela Timnas Indonesia.
Oldenstam, yang kini memperkuat Como 1907 U-19, mengaku terkesan dengan obrolannya bersama Jay. Selain sama-sama memiliki darah Indonesia, keduanya berbagi cerita mengenai keluarga hingga identitas budaya yang membuat hubungan mereka terasa dekat. Dari situlah muncul pembahasan ringan soal kemungkinan Oldenstam suatu hari bergabung bersama Merah Putih.
Jejak Karier: Dari Ajax hingga Como
Perjalanan karier Lyfe Cheylan Oldenstam menunjukkan bahwa ia bukan pemain sembarangan. Lahir di Lelystad pada 2 Februari 2007, ia menapaki karier sejak usia belia bersama VV Unicum, sebelum pindah ke akademi PEC Zwolle tahun 2016.
Potensinya yang besar membuat raksasa Belanda, Ajax Amsterdam, merekrutnya pada 2020. Bersama Ajax, ia berkembang di level U-17 dan U-19 hingga 2025. Pada pertengahan 2025, ia memutuskan menerima tantangan baru di Italia dengan bergabung bersama Como 1907 U-19. Musim perdananya ia telah tampil dalam tujuh laga kompetitif dengan menit bermain total 363 menit.
Amunisi Tim Oranye Muda
Oldenstam juga menjadi langganan Timnas Belanda kelompok usia. Ia memulai kiprahnya di U-15, lalu naik berjenjang:
- U-16: 7 caps + 1 gol
- U-17: 10 caps + 4 assist
- U-18: 7 caps
- U-19: 6 caps + 1 assist (dua laga di Kualifikasi Euro U-19 2026)
Konsistensi tersebut membuatnya dipandang sebagai salah satu talenta masa depan Belanda, terutama di sektor sayap pertahanan.
Pemain Serbabisa yang Fleksibel
Salah satu keunggulan utama Oldenstam adalah fleksibilitasnya. Ia bisa bermain sebagai bek kiri, bek kanan, bahkan winger kanan. Bersama Belanda U-19, ia lebih sering tampil sebagai fullback kanan, sementara di Como ia beberapa kali dimainkan lebih ofensif.
Dengan postur 166 cm, ia mengandalkan kecepatan, agresivitas, dan kemampuan kontribusi ofensif. Assist yang ia ciptakan dari level junior memperlihatkan bahwa ia adalah pemain modern yang nyaman naik membantu serangan.
Terbuka untuk Timnas Indonesia
Dalam obrolannya dengan Jay Idzes, Oldenstam tidak menutup pintu untuk membela Indonesia di masa mendatang. Meski saat ini masih menjadi pemain penting Belanda U-19, ia menyatakan bahwa peluang untuk membela negara leluhurnya tetap terbuka.
“Untuk saat ini saya masih bersama tim nasional Belanda, tetapi saya terbuka untuk peluang baru di masa depan,” ujar Oldenstam.
PSSI masih belum memberikan komentar resmi terkait kemungkinan naturalisasi sang pemain. Namun, antusiasme publik terhadap talenta mudanya membuat nama Oldenstam mulai masuk radar suporter Garuda.
Sumber: Bola.com
Baca Juga:
Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%
Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos
Saksikan berita lainnya:







