Jurnal Pelopor – Inggris diguncang rumor panas setelah laporan media menyebut Perdana Menteri Keir Starmer tengah menghadapi ancaman kudeta dari dalam Partai Buruh sendiri. Sumber internal mengungkapkan bahwa kantor Starmer di Downing Street kini berada dalam “full bunker mode”, menandakan tingkat kewaspadaan yang tidak biasa bagi seorang perdana menteri yang baru satu tahun menjabat.
Spekulasi menyebutkan bahwa sejumlah anggota parlemen senior mulai meragukan kepemimpinan Starmer, terutama setelah performa politiknya melemah dan dukungan publik menurun drastis. Kondisi ini membuat situasi di internal Partai Buruh disebut mirip “perang saudara kecil”.
Sosok Wes Streeting Disebut Jadi Penggerak Utama
Rumor paling menonjol menyebutkan bahwa Menteri Kesehatan Wes Streeting sedang menyiapkan langkah kudeta yang konon mendapat dukungan sekitar 50 tokoh senior Partai Buruh. Gerakan ini diperkirakan akan meledak setelah pengumuman anggaran bulan ini atau pada Mei tahun depan ketika pemilihan daerah digelar.
Dalam politik Inggris, momen-momen seperti pengumuman anggaran dan local elections sering menjadi titik krusial untuk menilai kekuatan politik seorang perdana menteri. Jika hasilnya buruk, tekanan internal biasanya langsung membesar.
Serangan dari Oposisi Memperkeruh Situasi
Ketegangan semakin terasa ketika sesi Parlemen pada Rabu (12/11) berubah menjadi arena sindiran. Pemimpin Partai Konservatif, Kemi Badenoch, secara terbuka menuding bahwa Starmer telah “kehilangan kendali atas Downing Street”. Ia bahkan menyebut pemerintahan Buruh telah berubah menjadi “perang saudara”.
Starmer membantah keras. Ia menegaskan bahwa dirinya memimpin “tim yang bersatu” dan memastikan stafnya tetap fokus pada kepentingan nasional. Namun bantahan itu dianggap banyak pengamat sebagai upaya meredam kepanikan, bukan sebagai penegasan kekuatan politik secara nyata.
Popularitas Anjlok, Buruh Tertinggal dari Reform UK
Akar ketidakpuasan terhadap Starmer tidak muncul tiba-tiba. Sejak beberapa bulan terakhir, survei publik menunjukkan bahwa ia adalah salah satu perdana menteri dengan tingkat popularitas terendah dalam sejarah modern Inggris.
Di sisi lain, Partai Buruh justru tertinggal dari partai sayap kanan Reform UK yang dipimpin Nigel Farage. Kombinasi ekonomi yang stagnan, kebijakan fiskal tidak populer, serta keresahan publik terhadap anggaran baru membuat posisi Starmer semakin rapuh.
Inggris Punya Sejarah Menggulingkan Pemimpinnya Sendiri
Jika rumor kudeta ini benar, Starmer sebetulnya hanya mengikuti jejak panjang tradisi politik Inggris. Beberapa perdana menteri sebelumnya juga tumbang akibat pemberontakan internal, mulai dari Margaret Thatcher, Boris Johnson, hingga Liz Truss yang hanya bertahan 44 hari.
Dengan tren itu, banyak analis percaya peluang Starmer digulingkan bukanlah cerita fiksi, melainkan skenario yang sangat mungkin.
Sumber: CNBC Indonesia
Baca Juga:
Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%
Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos
Saksikan berita lainnya:







