Jurnal Pelopor – Di tengah Panen Raya Nasional di Karawang, Jawa Barat, Presiden Prabowo Subianto secara terbuka membela Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman yang sebelumnya sempat diragukan sejumlah tokoh soal ambisi swasembada pangan. Prabowo bahkan mengungkap bahwa ada pihak penting yang menilai swasembada pangan mustahil tercapai dan menganggap Amran hanya pandai berjanji.
Prabowo Ungkap Keraguan Tokoh Penting
Dalam pidatonya, Prabowo menceritakan pengalaman pribadi saat dirinya diingatkan oleh tokoh berpengaruh beberapa bulan lalu. Tokoh tersebut secara terang-terangan menyebut Indonesia tidak mungkin mencapai swasembada pangan.
“Banyak tokoh-tokoh penting ngomong ke saya, ‘Pak Prabowo, tidak mungkin swasembada Indonesia itu’,” ujar Prabowo saat mengulang percakapan tersebut di hadapan ribuan petani dan pejabat.
Tak hanya itu, tokoh yang sama juga meragukan kinerja Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. Amran disebut hanya melontarkan janji tanpa realisasi nyata di lapangan.
Bintang Jasa Utama Jadi Jawaban Tegas
Prabowo menegaskan tudingan tersebut dibantah dengan bukti konkret. Ia secara langsung memberikan Bintang Jasa Utama kepada Andi Amran Sulaiman atas kontribusinya dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.
“Hari ini saudara-saudara, Andi Amran Sulaiman saya beri Bintang Jasa Utama. Dia bersama kalian semua telah mengamankan masa depan bangsa Indonesia,” tegas Prabowo.
Menurut Kepala Negara, keberhasilan ini bukan sekadar capaian sektor pertanian, tetapi fondasi strategis bagi kedaulatan nasional. Prabowo menekankan bahwa bangsa yang mampu memberi makan rakyatnya adalah bangsa yang kuat dan berdaulat.
Indonesia Resmi Umumkan Swasembada Pangan
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo secara resmi mengumumkan Indonesia telah mencapai swasembada pangan pada 2025. Ia menyebut pencapaian ini melampaui target awal yang dipatok empat tahun sejak awal masa pemerintahannya.
“Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, saya mengumumkan telah tercapainya swasembada pangan tahun 2025 bagi seluruh bangsa Indonesia,” ucap Prabowo.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada petani, penyuluh, dan seluruh komunitas pertanian yang bekerja keras di lapangan. Menurutnya, persatuan dan kekompakan menjadi kunci utama keberhasilan tersebut.
Produsen Beras Terbesar di ASEAN
Keberhasilan swasembada pangan turut diperkuat data internasional. Berdasarkan laporan USDA Rice Outlook April 2025, Indonesia diproyeksikan menjadi produsen beras terbesar di kawasan ASEAN.
Produksi beras nasional diperkirakan mencapai 34,6 juta ton, jauh melampaui Vietnam dan Thailand. Pencapaian ini menempatkan Indonesia sebagai kekuatan utama pangan di Asia Tenggara.
Stok Beras Tertinggi dalam 57 Tahun
Tak hanya produksi, cadangan beras nasional juga mencatat rekor bersejarah. Data BPS 2025 menunjukkan stok beras Indonesia pada Desember 2025 mencapai 3,39 juta ton, tertinggi dalam 57 tahun terakhir.
Lonjakan stok ini memperkuat posisi Indonesia yang kini tidak lagi bergantung pada impor pangan. Selain itu, nilai ekspor pertanian nasional pada 2025 juga melonjak signifikan, menandakan sektor pertanian semakin kompetitif.
Dari Keraguan ke Pembuktian
Pidato Prabowo di Karawang menjadi simbol perubahan besar. Keraguan, kritik, dan tudingan akhirnya dibayar lunas dengan capaian nyata. Pembelaan terbuka terhadap Mentan Amran menegaskan satu pesan kuat: swasembada pangan bukan mimpi, tetapi hasil kerja keras dan keberanian mengambil keputusan.
Kini, publik menanti apakah keberhasilan ini mampu dijaga secara berkelanjutan. Akankah swasembada pangan benar-benar menjadi warisan kuat bagi generasi mendatang?
Sumber: Liputan6.com
Baca Juga:
Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%
Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos
Saksikan berita lainnya:







