Jurnal Pelopor – Dunia internasional baru-baru ini diguncang oleh kabar miring mengenai kondisi kesehatan hingga rumor wafatnya Presiden Uni Emirat Arab (UEA), Sheikh Mohamed bin Zayed Al Nahyan (MBZ). Namun, laporan terbaru memastikan bahwa kabar tersebut adalah disinformasi terstruktur yang dirancang untuk mengguncang stabilitas kawasan.
Berikut adalah fakta-fakta di balik narasi liar yang beredar:
1. Pemicu Rumor: Pembatalan Kunjungan Diplomatik
Spekulasi ini bermula ketika Presiden Turki Recep Tayyip Erdoğan dan PM Yunani Kyriakos Mitsotakis menunda kunjungan resmi mereka ke Abu Dhabi pada pertengahan Februari 2026. Meski alasan resminya adalah kesehatan, ruang digital dengan cepat mengubahnya menjadi narasi bahwa MBZ “hilang misterius” atau telah meninggal dunia.
2. Bukti Kehadiran MBZ
Menepis kabar burung tersebut, media pemerintah UEA dan akun resmi MBZ di platform X menunjukkan aktivitas sang pemimpin:
-
Aktivitas Diplomatik: MBZ dilaporkan melakukan panggilan telepon dengan Presiden China Xi Jinping, Presiden Lithuania, dan PM Yunani pada hari yang sama saat rumor memuncak.
-
Pesan Publik: MBZ mengunggah ucapan selamat Tahun Baru Imlek 2026, mendoakan perdamaian dan kemakmuran global.
3. Analisis: Strategi “Kabut Informasi”
Murad Sadygzade, Presiden Middle East Studies Center di Moskow, menilai rumor ini bukan sekadar kabar burung, melainkan serangan politik yang bertujuan:
-
Menciptakan Kebuntuan: Menimbulkan keraguan bagi mitra internasional dalam negosiasi ekonomi dan keamanan.
-
Memicu Isu Suksesi: Menyeret nama Sheikh Tahnoun bin Zayed Al Nahyan (saudara laki-laki MBZ) untuk membangun narasi adanya perpecahan atau perebutan kekuasaan di internal keluarga penguasa.
-
Melemahkan Peran Regional: Serangan ini muncul karena UEA semakin proaktif dalam konflik regional (Yaman, Sudan, Tanduk Afrika), yang memicu resistensi dari pihak-pihak yang kepentingannya terganggu.
Dampak Disinformasi terhadap Negara Otoritatif
| Unsur Serangan | Dampak yang Diharapkan Penyerang |
| Isu Kesehatan Pemimpin | Menunda komitmen investasi dan perjanjian diplomatik jangka panjang. |
| Narasi Perpecahan Keluarga | Memaksa pejabat pemerintah mengalihkan fokus dari kebijakan ke upaya klarifikasi publik. |
| Kabut Informasi | Membuat mitra internasional masuk ke dalam kalkulasi risiko yang tidak perlu. |
UEA tetap stabil, dan MBZ masih menjalankan fungsi kepemimpinannya secara penuh. Munculnya rumor ini menjadi pengingat bagi publik global akan pentingnya memverifikasi informasi, terutama yang menyangkut pemimpin di wilayah geopolitik sensitif seperti Timur Tengah.
Baca Juga:
Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%
Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos
Saksikan berita lainnya:







