Jurnal Pelopor – Sebuah momen haru terjadi di Desa Krasak, Kecamatan Selomerto, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, yang langsung viral di media sosial. Tugu biawak raksasa yang terletak di jalur nasional Wonosobo–Banjarnegara menjadi daya tarik wisata baru yang membawa berkah bagi warga sekitar. Salah satunya adalah seorang pedagang yang menangis haru saat bertemu dengan Rejo Arianto, seniman pembuat patung biawak tersebut.
Pedagang Ungkap Rasa Syukur
Momen mengharukan ini terekam dalam sebuah video yang diunggah ke TikTok oleh pengguna @pianofficial21 pada Minggu, 4 Mei 2025. Dalam video tersebut, sang pedagang terlihat memeluk dan menjabat tangan Rejo Arianto sambil menangis, mengungkapkan rasa syukur atas perubahan yang terjadi sejak tugu biawak menjadi viral. Pedagang tersebut mengaku dagangannya yang sebelumnya sepi kini menjadi ramai karena banyak pengunjung yang datang untuk melihat patung tersebut.
Tugu Biawak Menjadi Daya Tarik Wisata
Tugu biawak yang setinggi 7 meter tersebut memang berhasil mencuri perhatian publik berkat desainnya yang sangat realistis, lengkap dengan tekstur kulit dan sorot mata yang tampak hidup. Banyak pengendara yang sengaja berhenti untuk melihat dan berfoto dengan patung ini, yang seolah menyatu dengan alam sekitar. Patung ini menjadi ikon baru di jalur utama yang menghubungkan Wonosobo dan Banjarnegara.
Kisah di Balik Pembuatan Tugu
Patung biawak ini merupakan karya seniman Rejo Arianto, seorang lulusan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Meskipun awalnya hanya berencana untuk membuat patung setinggi 3 meter, anggaran yang mencukupi memberinya keberanian untuk meningkatkan skala patung hingga 7 meter. Proses pengerjaannya memakan waktu sekitar satu setengah bulan, dengan bagian utama patung selesai hanya dalam waktu satu minggu.
Rejo Arianto mengungkapkan bahwa meski banyak tantangan dalam pembuatannya, termasuk berhutang untuk menutupi biaya, ia tetap bertekad untuk mewujudkan patung ini.
“Kalau tahu prosesnya, saya ngawali aja sampai berhutang. Kalau ditulis Rp50 juta, banyak sekali, tapi apapun kalau berpikirnya tidak cukup maka tidak cukup,” ujar Rejo.
Dampak Positif untuk Warga
Seiring dengan meningkatnya popularitas tugu biawak, kawasan sekitar menjadi ramai dengan wisatawan yang datang, dan ini memberikan dampak positif bagi perekonomian lokal. Para pedagang yang berjualan di sekitar patung biawak kini merasakan dampak langsung dari meningkatnya jumlah pengunjung. Salah satu pedagang tidak bisa menahan haru saat bertemu dengan Rejo, sang seniman, untuk mengucapkan terima kasih. Mereka merasa sangat berterima kasih atas keberkahan yang telah diberikan tugu biawak kepada mereka.
Sumber: TikTok @pianofficial21
Baca Juga:
Juara Tanpa Target, Sukorejo FC Bikin Kejutan di Bali 7’s 2025!
Hari Bumi 2025: BKPRMI Galang Aksi Tanam 1 Juta Pohon
Saksikan berita lainnya:







