Jurnal Pelopor – Hari ini, Minggu 15 Juni 2025, dunia memperingati Hari Ayah Sedunia (Father’s Day) yang jatuh setiap Minggu ketiga bulan Juni. Di banyak negara seperti Amerika Serikat, Kanada, Australia, dan Inggris, peringatan ini menjadi momen istimewa untuk menghargai jasa seorang ayah dalam keluarga dan masyarakat.
Namun, penting diketahui bahwa Indonesia memiliki Hari Ayah Nasional sendiri, yang diperingati setiap 12 November. Meski sama-sama bertujuan menghormati peran ayah, keduanya berbeda dari sisi sejarah dan waktu pelaksanaan.
Asal-Usul Hari Ayah Sedunia
Hari Ayah Sedunia pertama kali digagas oleh Sonora Smart Dodd pada tahun 1909 di Amerika Serikat. Ia terinspirasi oleh perjuangan ayahnya, seorang veteran yang membesarkan enam anak seorang diri. Hari Ayah pertama kali dirayakan pada 19 Juni 1910 di Spokane, Washington, dan ditetapkan secara resmi sebagai hari libur nasional oleh Kongres AS pada tahun 1972.
Sejarah Hari Ayah Nasional di Indonesia
Hari Ayah Nasional di Indonesia lahir dari inisiatif masyarakat, bukan dari pemerintah pusat. Pada tahun 2006, Perkumpulan Putra Ibu Pertiwi (PPIP) mendeklarasikan 12 November sebagai Hari Ayah Nasional, setelah sebelumnya menyelenggarakan lomba surat untuk ibu dan menerima banyak usulan agar ayah juga mendapat momen penghargaan serupa.
Deklarasi dilakukan di Balai Kota Solo dan disertai pengumpulan surat untuk ayah yang dibukukan dan diserahkan kepada Presiden serta kepala daerah. Meskipun belum menjadi hari libur resmi, peringatan ini rutin diperingati oleh berbagai komunitas dan lembaga.
Makna Mendalam
Baik versi dunia maupun nasional, Hari Ayah menjadi momen penting untuk mengapresiasi keteguhan, kasih sayang, dan tanggung jawab seorang ayah. Banyak orang merayakannya dengan ucapan, hadiah kecil, acara keluarga, hingga unggahan twibbon di media sosial.
Peringatan ini juga mendorong refleksi dan kedekatan antara anak dan ayah, serta menegaskan pentingnya peran ayah dalam pembentukan karakter anak dan keharmonisan keluarga.
Sumber: Kompas.com
Baca Juga:
Singonoyo Cup Meledak! Legenda Persibo Turun Gunung
DPP BKPRMI Dorong Pemerintah Lebih Perhatikan Kesejahteraan Guru Ngaji
DPP BKPRMI Dorong Pemerintah Lebih Perhatikan Kesejahteraan Guru Ngaji
Saksikan berita lainnya:
Demo Besar Tolak Revisi UU TNI: Apa Dampaknya bagi Demokrasi Indonesia?







