• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
No Result
View All Result
Home Lokal Daerah

Hangabehi Jadi PB XIV, Purboyo Tetap Jumenengan

KGPH Hangabehi resmi ditetapkan sebagai Pakubuwono XIV dalam rapat suksesi Keraton Surakarta pascawafatnya PB XIII, sesuai paugeran adat.

musa by musa
14/11/2025
in Lokal Daerah
0
Hangabehi
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jurnal Pelopor  –  Keraton Kasunanan Surakarta memasuki babak baru setelah wafatnya Sri Susuhunan Pakubuwono (PB) XIII. Pada Kamis (13/11/2025), keluarga besar trah Mataram Islam menggelar rapat suksesi yang berlangsung hangat sekaligus penuh tensi. Dalam forum itu, KGPH Hangabehi resmi dinobatkan sebagai penerus takhta dan ditetapkan sebagai Pakubuwono XIV.

Rapat dipimpin oleh Maha Menteri Keraton Surakarta, KGPA Tedjowulan, dan dihadiri oleh putra-putri dalem PB XII serta PB XIII. Penetapan KGPH Hangabehi didasarkan pada paugeran, aturan adat yang menjadi rujukan utama dalam penentuan suksesi Keraton Surakarta.

Dua Figur, Dua Klaim Takhta

Meski keputusan rapat telah menetapkan KGPH Hangabehi sebagai PB XIV, dinamika internal keraton belum mereda. Di sisi lain, KGPAA Hamengkunegoro, atau Gusti Purboyo, yang sebelumnya dinobatkan sebagai Putra Mahkota, tetap menyatakan dirinya sebagai Pakubuwono XIV. Bahkan, jumenengan atau upacara kenaikan takhta Gusti Purboyo tetap dijadwalkan digelar pada Sabtu, 15 November 2025.

Situasi ini menciptakan kondisi dualisme suksesi dua calon raja, dua legitimasi, dan dua agenda penobatan. Fenomena ini mengingatkan publik pada kerapuhan internal yang beberapa kali mewarnai perjalanan Keraton Surakarta pada dekade-dekade sebelumnya.

Gusti Moeng: Rapat untuk Menyatukan, Bukan Memecah

Perwakilan keluarga besar Keraton Surakarta sekaligus tokoh sentral keraton, GKR Koes Moertiyah Wandansari atau Gusti Moeng, menegaskan bahwa rapat ini sebenarnya bertujuan menyatukan keluarga serta abdi dalem. Ia menekankan pentingnya menjaga keutuhan sentana dan kelestarian keraton di tengah masa transisi yang rawan konflik.

Menurut Gusti Moeng, penobatan KGPH Hangabehi mengacu pada aturan paugeran, terutama terkait status PB XIII yang tidak memiliki permaisuri. Dalam kondisi seperti itu, paugeran menetapkan bahwa anak laki-laki tertua menjadi penerus takhta.

Ia juga mempertanyakan sejumlah dokumen terkait penetapan Putra Mahkota sebelumnya, mulai dari surat wasiat, sabda dalem, hingga proses pengangkatan adipati anom yang dianggap masih perlu ditinjau secara hukum adat.

Jumenengan Gusti Purboyo Tetap Digelar

Meski keputusan rapat telah menobatkan KGPH Hangabehi sebagai PB XIV, Gusti Moeng mengaku tidak mempermasalahkan agenda jumenengan yang disiapkan pihak Gusti Purboyo. Ia menegaskan bahwa keluarga besar tetap akan memegang tradisi masa berkabung, yakni 40 hingga 100 hari setelah wafatnya raja sebelumnya.

“Biar saja mau jalan. Saya tetap akan berpegang pada 40 hari atau 100 hari,” ujarnya.

Pernyataan ini menunjukkan bahwa dinamika suksesi kemungkinan masih akan berlangsung panjang, terutama karena kedua pihak sama-sama memiliki basis dukungan dan klaim legitimasi adat.

Keraton Surakarta di Persimpangan Sejarah

Dualisme suksesi ini bisa menjadi salah satu momen paling penting dalam sejarah modern Keraton Surakarta. Di satu sisi, ada upaya menjaga paugeran dan garis lurus trah Mataram Islam. Di sisi lain, ada legitimasi Putra Mahkota yang telah ditetapkan sejak lama dan didukung sebagian keluarga.

Dengan dua figur yang sama-sama mengklaim gelar PB XIV, masa depan kesatuan internal keraton akan sangat ditentukan oleh bagaimana kedua kubu menavigasi tradisi, politik keluarga, dan dukungan para abdi dalem.

Sumber: Kompas.com

Baca Juga:

Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

 

Saksikan berita lainnya:

Reformasi atau Langkah Mundur? Pengesahan RUU TNI 2025

5 Skandal Hakim Terbesar di Indonesia! Bisakah Prabowo Bersihkan Peradilan?

Tags: #KeratonSurakarta #PakubuwonoXIV #KGPHHangabehi #SuksesiKeraton #BudayaJawa #MataramIslam #AdatPaugeran
Previous Post

Prancis Melaju ke 2026, Ronaldo Terlibat Insiden Kartu Merah!

Next Post

Menkes Soal Rujukan BPJS: “Nggak Usah Tiga Kali, Keburu Wafat”

musa

musa

Related Posts

Kebakaran Dapur SPPG di Baureno Senin Dini Hari
Jurnal

Kebakaran Dapur SPPG di Baureno Senin Dini Hari

02/02/2026
PDMLamongan
Jurnal

PDPM Lamongan Gelar Rapimda I di Trawas Mojokerto, Teguhkan Peran Pemuda Negarawan dan Kemandirian Organisasi

26/12/2025
PDPM CUP 2025 – Silaturahmi, Sportivitas, Kebersamaan
Jurnal

Semarak Milad Muhammadiyah ke-113 dan Pra-Rapimda, PDPM Lamongan Gelar Turnamen Futsal PDPM CUP 2025

07/12/2025
Peserta fun bike berangkat dari Kantor Kecamatan Turi
Lokal Daerah

Milad Muhammadiyah ke-113, PCM Turi Meriahkan dengan Fun Bike & Undian Berhadiah Gratis untuk Umum

30/11/2025
nganjuk
Lokal Daerah

Tragedi Nganjuk! Istri–Anak Polisi Dibantai Pelaku Misterius

29/11/2025
RSILAmongan
Lokal Daerah

Karyawan RSM Kalikapas Ikuti Pelatihan BTCLS, Tingkatkan Kualitas Layanan Kesehatan

24/11/2025
Next Post
Menkes

Menkes Soal Rujukan BPJS: “Nggak Usah Tiga Kali, Keburu Wafat”

Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.