Jurnal Pelopor – Politikus PDI-Perjuangan Guntur Romli menanggapi sindiran Ketua Harian PSI Ahmad Ali yang menyinggung sosok berstatus ketua umum partai selama puluhan tahun. Menurutnya, kritik PSI tersebut tidak relevan karena Presiden ke-7 Joko Widodo sendiri pernah menyatakan ingin pensiun dari dunia politik setelah selesai menjabat dan kembali hidup sebagai warga biasa di Solo. Guntur menyebut janji itu justru tidak sejalan dengan langkah Jokowi yang kini masih aktif campur tangan dalam dinamika politik nasional.
Guntur Singgung Janji Jokowi yang Ingin “Momong Cucu”
Dalam penjelasannya, Guntur mengungkapkan bahwa pernyataan Jokowi soal ingin pulang ke Solo, hidup tenang, dan menghabiskan waktu dengan cucu adalah keinginan yang disampaikan langsung oleh sang presiden. Karena itu, menurut Guntur, wajar jika masyarakat mengingatkan kembali janji tersebut ketika melihat Jokowi tetap cawe-cawe di dunia politik setelah lengser.
“Yang bilang mau pulang ke Solo, pensiun, jadi rakyat biasa, momong cucu itu Jokowi sendiri, tidak ada yang nyuruh-nyuruh,” katanya.
Namun, ia menilai bahwa Jokowi justru menunjukkan inkonsistensi dan membuka ruang bagi kritik.
“Kalau saat ini dia masih cawe-cawe di politik, kemudian disindir-sindir, itu karena Jokowi menjilat ludahnya sendiri,” ucapnya.
Respons PDIP soal Sindiran “Nenek-Nenek”
Selain soal cawe-cawe politik, Guntur juga menanggapi ucapan Ahmad Ali yang menyebut ada “nenek-nenek” yang sudah puluhan tahun memimpin partai. Menurut Guntur, penggunaan istilah itu merupakan bentuk penghinaan terhadap perempuan. Ia menduga sindiran tersebut diarahkan kepada sosok yang pernah mendukung Jokowi sejak level wali kota, gubernur, hingga presiden, tetapi kemudian menolak gagasan masa jabatan tiga periode.
“Sebutan nenek-nenek kepada seorang perempuan yang masih kuat secara fisik, psikis, dan pikiran sebenarnya bentuk penghinaan,” ujarnya.
Guntur menduga Ali dan Jokowi menyimpan rasa kecewa kepada tokoh perempuan tersebut karena sikapnya menolak wacana perpanjangan masa jabatan presiden.
Sikap PSI dan Latar Belakang Sindiran
Pernyataan Ahmad Ali sebelumnya muncul saat menghadiri Rakorwil PSI se-Kepulauan Riau di Batam. Ia menilai Jokowi kerap disalahkan atau ditekan publik agar berdiam diri setelah tidak lagi menjabat. Ali membandingkan hal tersebut dengan keberadaan pemimpin partai yang tetap memegang jabatan ketua umum selama bertahun-tahun.
Komentar tersebut kemudian menjadi bola panas di ruang publik karena dianggap menyinggung tokoh tertentu di PDIP. Balasan dari Guntur Romli ini menegaskan bahwa PDIP tidak tinggal diam dan memilih mengingatkan kembali pernyataan Jokowi sendiri soal niat pensiunnya di Solo.
Sumber: Kompas.com
Baca Juga:
Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%
Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos
Saksikan berita lainnya:







