Jurnal Pelopor – Ekspansi organisasi masyarakat Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya ke Bali menuai gelombang penolakan besar-besaran. Ormas yang dipimpin oleh eks preman legendaris Hercules itu menghadapi resistensi keras, baik dari masyarakat adat melalui Pecalang maupun dari Pemerintah Provinsi Bali.
Pecalang Tegas Menolak: “Kami Tidak Butuh Ormas Luar”
Sebuah video viral yang dibagikan Senator Ni Luh Djelantik memperlihatkan momen tegas para Pecalang menolak GRIB Jaya. Seorang pecalang yang tidak menyebutkan nama menyatakan bahwa Bali sudah memiliki sistem keamanan adat yang kuat dan tidak membutuhkan kehadiran ormas luar.
“Kami bukan penjaga biasa. Kami adalah bagian dari sistem adat yang sudah diwariskan turun-temurun untuk menjaga Bali,” ucapnya.
Ia menegaskan bahwa kedatangan GRIB Jaya bisa mengganggu tatanan adat dan ketenangan masyarakat Bali, yang selama ini hidup dalam harmonisasi antara budaya dan keamanan lokal.
Pemprov Bali Angkat Suara: Tak Butuh Ormas dari Luar
Penolakan terhadap GRIB Jaya juga datang langsung dari Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta. Ia menyatakan bahwa Bali sudah cukup dengan TNI, Polri, dan pecalang sebagai garda utama keamanan.
“Kami tidak membutuhkan ormas luar di Bali. Kami punya aparatur negara dan pecalang di desa-desa adat,” kata Giri tegas.
Giri juga menyebut bahwa dari lebih dari 1.400 desa adat di Bali, masing-masing telah memiliki pecalang yang menjaga keamanan dan estetika wilayahnya.
Surat Terbuka dari Pecalang Seririt: Tolak dan Tegaskan Kearifan Lokal
Penolakan juga disampaikan dalam bentuk surat terbuka oleh Ketua Pecalang DA Sulanyah, Wayan Darmaya. Ia mewakili keresahan masyarakat terhadap potensi disrupsi keamanan adat oleh kehadiran GRIB Jaya. Dalam suratnya, ia merujuk pada Pergub Nomor 4 Tahun 2019 yang menegaskan peran pecalang sebagai lembaga keamanan adat resmi.
“Kami memohon agar ormas luar ditolak di Bali dan memperkuat kelembagaan Pecalang dengan dukungan anggaran yang layak,” tulisnya.
Menanti Sikap Gubernur Bali
Sementara itu, Gubernur Bali I Wayan Koster belum memberikan pernyataan resmi. Namun menurut Giri Prasta, Koster juga sudah menyatakan sikap menolak keberadaan GRIB Jaya. Pernyataan resmi akan disampaikan usai Koster kembali dari kunjungan ke Belanda.
Sumber: Tribun.com
Baca Juga:
Tanpa Target Juara, Sukorejo FC Bikin Kejutan di Bali 7’s 2025!
Hari Bumi 2025: BKPRMI Galang Aksi Tanam 1 Juta Pohon
Saksikan berita lainnya:







