Jurnal Pelopor – Bali United tampil perkasa di Stadion Gelora BJ Habibie, Parepare, Jumat (9/1/2026) malam WIB. Dalam lanjutan pekan ke-17 BRI Super League 2025/2026, Serdadu Tridatu sukses mempermalukan tuan rumah PSM Makassar dengan skor 2-0. Laga ini diwarnai gol tercepat musim ini dan dua kartu merah yang membuat PSM harus menyelesaikan pertandingan dengan sembilan pemain.
Gol Kilat Bali United Bikin Stadion Terdiam
Pertandingan belum genap satu menit saat Bali United langsung memberikan kejutan. Baru sekitar 30 detik laga berjalan, Mirza Mustafic sudah mencatatkan namanya di papan skor. Gelandang asal Bosnia itu memanfaatkan umpan matang dari Thijmen Goppel sebelum melepaskan tembakan akurat yang tak mampu dibendung kiper PSM.
Gol cepat tersebut menjadi yang tercepat sepanjang BRI Super League 2025/2026 sejauh ini. Stadion Gelora BJ Habibie yang semula bergemuruh mendadak senyap. Bali United pun tampil semakin percaya diri, sementara PSM tampak terpukul secara mental.
PSM Kehilangan Pemain di Babak Pertama
Alih-alih bangkit, situasi PSM justru semakin sulit. Pada menit ke-24, Pasukan Ramang harus bermain dengan sepuluh pemain setelah Syahrul Lasinari diusir wasit. Bek PSM tersebut sebelumnya menerima kartu kuning pertama pada menit ke-14, sebelum kembali melanggar dan diganjar kartu kuning kedua hanya berselang sembilan menit.
Kartu merah ini mengubah peta permainan. Bali United lebih leluasa mengontrol tempo, sedangkan PSM terpaksa menumpuk pemain di lini tengah dan bertahan sambil sesekali mengandalkan serangan balik.
Gol Telat Kunci Kemenangan Serdadu Tridatu
Meski unggul jumlah pemain, Bali United sempat kesulitan menambah gol. Solidnya pertahanan PSM dan penampilan disiplin Hilman Syah di bawah mistar membuat skor 1-0 bertahan lama.
Namun, saat laga memasuki masa injury time, Bali United akhirnya mematikan perlawanan tuan rumah. Pada menit ke-90+4, Thijmen Goppel mencetak gol kedua setelah menerima assist dari Rahmat Arjuna. Gol ini menjadi pukulan telak bagi PSM yang sudah kehabisan tenaga.
Petaka PSM belum berakhir. Pada menit ke-90+7, Ananda Raehan Alief diganjar kartu merah langsung akibat pelanggaran keras. PSM pun harus mengakhiri pertandingan dengan sembilan pemain.
Dampak ke Klasemen dan Performa Tim
Kemenangan ini membawa Bali United naik ke peringkat ketujuh klasemen sementara dengan koleksi 27 poin dari 17 pertandingan. Pasukan Johnny Jansen perlahan mendekati papan atas dan menjaga tren positif di tengah persaingan ketat liga.
Sebaliknya, PSM Makassar harus tertahan di posisi kesepuluh. Tim asuhan Tomas Trucha baru mengoleksi 19 poin dari 17 laga. Kekalahan ini menjadi alarm serius bagi PSM, terutama soal disiplin pemain dan konsistensi permainan di kandang sendiri.
Dengan performa seperti ini, Bali United mengirim pesan kuat bahwa mereka belum habis. Sementara itu, PSM harus segera berbenah jika tak ingin terus terperosok di papan tengah. Menurut Anda, mampukah Pasukan Ramang bangkit di laga berikutnya, atau justru Bali United yang akan terus melaju naik?
Sumber: Bola.com
Baca Juga:
Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%
Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos
Saksikan berita lainnya:







