• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
No Result
View All Result
Home News World

Game Upin & Ipin Bikin Geram! Harganya Setara AAA, Tapi…?

Harga game Upin & Ipin Universe bikin kaget gamer Asia Tenggara, dinilai tak sebanding dengan kualitasnya.

musa by musa
29/07/2025
in World
0
upin
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jurnal Pelopor – Game anak-anak buatan Les Copaque dan Streamline Studios ini dihargai selangit, komunitas gamer angkat suara.

Komunitas gamer di Asia Tenggara dibuat geger oleh harga game Upin & Ipin Universe yang baru saja dirilis. Game yang diangkat dari serial anak-anak populer asal Malaysia itu ramai diperbincangkan karena banderol harganya dinilai terlalu mahal, bahkan mendekati harga game AAA atau triple A, yang biasanya diproduksi oleh pengembang besar dengan kualitas grafis dan gameplay premium.

Meskipun game ini menyasar segmen keluarga dan anak-anak, harga jualnya justru membuat banyak kalangan mengernyitkan dahi. Tak hanya dianggap tidak sepadan dengan kualitas, game ini juga masih ditemukan banyak bug dan fitur yang belum matang.

Harga Tembus Rp 700 Ribu, Banyak yang Geleng-Geleng Kepala

Di platform seperti Steam, PlayStation Store, dan Nintendo eShop, Upin & Ipin Universe dibanderol sekitar RM180 atau Rp 700.000-an. Sementara di Indonesia, harganya bervariasi tergantung platform:

  • Rp 579.000 di PlayStation Store
  • Rp 654.000 di Steam
  • Rp 652.000 di Nintendo Switch

Harga ini dianggap terlalu tinggi oleh banyak pengguna, apalagi jika dibandingkan dengan beberapa game AAA yang harganya berkisar antara RM250–RM300 (sekitar Rp 960.000–Rp 1,1 juta), namun menawarkan kualitas visual, jalan cerita, dan gameplay yang jauh lebih kompleks.

Ulasan di Steam “Mixed”, Kritikan Datang Bertubi-tubi

Di halaman ulasan Steam, Upin & Ipin Universe mendapatkan rating “Mixed”, yang artinya respons pengguna terbagi antara suka dan tidak puas. Dari lebih dari 50 ulasan, sebagian besar mengeluhkan soal harga yang tidak sesuai kualitas, grafis seadanya, serta minimnya konten dan inovasi.

Seorang gamer bernama Sabri menulis ulasan pedas,

“Saya ingin mendukung game ini karena buatan lokal. Tapi dengan harga RM170++ untuk game anak-anak yang kualitasnya seperti ini? Menyedihkan dan mengecewakan.”

Komentar senada datang dari akun My Name Is, yang mengatakan bahwa game ini “tidak punya jalan cerita yang kuat dan tidak layak disebut game keluarga premium.”

Ada yang Tuding Hanya Ingin Untung Besar

Beberapa pengguna bahkan menuding pengembang game hanya berorientasi pada keuntungan besar, tanpa memikirkan daya beli pemain atau kualitas yang mereka terima. Beberapa komentar di platform X (sebelumnya Twitter) juga menyebut bahwa game ini hanyalah “eksploitasi merek Upin & Ipin” untuk mengeruk profit sebanyak mungkin.

“Ini bukan soal nasionalisme atau dukung produk lokal. Ini soal harga dan kualitas. Sebagai gamer dan konsumen, kami berhak menuntut harga yang sesuai,” tulis salah satu pengguna.

Ulasan Positif Tetap Ada, Tapi Jumlahnya Kalah Jauh

Meski mayoritas mengkritik, sebagian kecil gamer tetap memberikan ulasan positif. Mereka menyebut bahwa harga game ini masih “masuk akal” jika dibandingkan dengan standar internasional, dan bisa menjadi langkah awal industri game lokal untuk naik kelas.

Namun, kelompok ini tetap sepakat bahwa masih banyak ruang untuk perbaikan, terutama dari sisi stabilitas gameplay, penambahan konten, dan perbaikan bug yang cukup mengganggu pengalaman bermain.

Tuntutan: Evaluasi Harga atau Tambah Fitur

Dengan gelombang kritik yang semakin meluas, muncul seruan agar pengembang game segera melakukan evaluasi, baik dari sisi harga maupun kualitas konten. Beberapa pengguna bahkan menyerukan boikot game ini jika tidak ada langkah konkret dari Les Copaque dan Streamline Studios.

“Kalau mau harga mahal, kontennya juga harus kaya. Tambah cerita, karakter, atau misi interaktif. Kalau tidak, ini cuma game mahal tanpa jiwa,” tulis seorang pengguna di forum gaming Reddit.

Kesimpulan: Kontroversi Harga Bisa Jadi Pintu Evaluasi Industri Game Lokal

Kontroversi seputar Upin & Ipin Universe membuka diskusi yang lebih luas soal standar harga dan kualitas dalam industri game lokal. Apakah karena memakai IP terkenal, harga bisa langsung dipatok tinggi? Ataukah kualitas tetap harus menjadi patokan utama?

Kritik yang membanjir ini seharusnya bisa menjadi refleksi bagi pengembang, agar lebih bijak dalam menentukan harga dan lebih serius dalam memberikan pengalaman bermain yang layak bagi semua kalangan.

 

Baca Juga:

Singonoyo Cup Meledak! Legenda Persibo Turun Gunung

Takut Ekonomi Ambruk? Ini Aset Aman Selain Emas

Takut Ekonomi Ambruk? Ini Aset Aman Selain Emas

Saksikan berita lainnya:

Reformasi atau Langkah Mundur? Pengesahan RUU TNI 2025

5 Skandal Hakim Terbesar di Indonesia! Bisakah Prabowo Bersihkan Peradilan?

Tags: #UpinIpinUniverse #GameAnak #LesCopaque #StreamlineStudios #HargaGameMahal #KomunitasGamer #GameBug #JurnalPelopor #Indonesia #Prabowo
Previous Post

Sinkhole Telan Mobil di Singapura, Jalan Langsung Ditutup!

Next Post

Generasi Muda Jadi Aktor Pembangunan: BKPRMI Dukung Presidential Fellowship Prabowo

musa

musa

Related Posts

eropa
World

Eropa Paling Ramah Libur, Pekerja Dapat 33 Hari Cuti

19/01/2026
greenland
World

Momen Krusial Greenland, Pernyataan Tegas PM Denmark

13/01/2026
google
World

Laporkan Pelecehan, Pegawai Google Malah Dipecat

12/01/2026
ekspor
World

Maduro Dibui, Ekspor Minyak Venezuela ke AS Mulai Dibahas

07/01/2026
kolombia
World

Demi Kedaulatan, Presiden Kolombia Tantang AS dengan Senjata

07/01/2026
lahan
World

Lahan Strategis 500 Meter dari Masjidil Haram Dimenangkan RI

07/01/2026
Next Post
BKPRMINanang

Generasi Muda Jadi Aktor Pembangunan: BKPRMI Dukung Presidential Fellowship Prabowo

Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.