Jurnal Pelopor — Nama Elvira Devinamira tengah jadi perbincangan hangat di ajang Cannes Film Awards 2025. Mantan Puteri Indonesia 2014 itu mencetak sejarah baru sebagai aktris Indonesia pertama yang dinominasikan dalam kategori Best Actress (Feature) berkat perannya dalam film thriller-drama Inggris bertajuk Cookster: The Darkest Days.
Film yang dibintanginya itu juga sukses masuk nominasi Best Indie Movie, menjadikannya salah satu karya independen yang patut diperhitungkan dalam ajang bergengsi dunia perfilman tersebut. Malam puncak penghargaan akan digelar pada 14 Juni 2025 mendatang.
Mewakili Indonesia dengan Elegan dan Berkelas
Tak hanya menuai pujian berkat akting intensnya dalam film, kehadiran Elvira di karpet merah Cannes pun menyita perhatian. Ia tampil memukau dalam balutan gaun eksklusif rancangan desainer Indonesia, Stella Lanuardy, yang menggabungkan elemen budaya lokal dengan nuansa haute couture internasional.
“Saya merasa sangat terhormat bisa berada di Cannes. Ini bukan hanya tentang saya sebagai aktris, tapi tentang membawa nama Indonesia ke panggung dunia,” ujar Elvira dalam siaran persnya, Minggu (18/5/2025).
Dari Jawa Timur ke Cannes
Elvira, yang memulai kariernya dari panggung Puteri Indonesia sebagai wakil Jawa Timur, menunjukkan bahwa talenta lokal mampu bersaing di ranah global. Cookster: The Darkest Days sendiri sebelumnya juga mencatatkan prestasi dengan masuk dalam nominasi Universal Film Festival UK untuk beberapa kategori termasuk Best Actress, yang juga ditujukan untuk Elvira.
Peran utamanya dalam film ini dianggap kuat, emosional, dan penuh intensitas,membuktikan bahwa Elvira tidak hanya cantik, tapi juga bertalenta.
Elvira Devinamira telah membuka jalan bagi aktor dan aktris Indonesia untuk unjuk gigi di dunia internasional. Menurutmu, siapa lagi talenta Tanah Air yang layak menyusul jejaknya di Cannes?
Sumber: Detik.com
Baca Juga:
Tanpa Target Juara, Sukorejo FC Bikin Kejutan di Bali 7’s 2025!
Hari Bumi 2025: BKPRMI Galang Aksi Tanam 1 Juta Pohon
Saksikan berita lainnya:
Demo Besar Tolak Revisi UU TNI: Apa Dampaknya bagi Demokrasi Indonesia?







