• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
No Result
View All Result
Home Nasional

Dulu Kampung, Kini Muara Sungai: Nasib Desa Bungkah

Banjir besar di Aceh Utara meluluhlantakkan Desa Bungkah, sawah dan rumah hilang, warga kehilangan tempat kembali.

musa by musa
20/12/2025
in Nasional
0
bungkah
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jurnal Pelopor – Banjir besar yang melanda Kabupaten Aceh Utara meninggalkan luka mendalam bagi warga Desa Bungkah, Kecamatan Muara Batu. Desa yang dulunya dikenal sebagai kawasan pertanian produktif itu kini berubah drastis. Hamparan sawah dan permukiman warga lenyap, berganti aliran air menyerupai muara sungai. Warga pun bertanya pilu, “Mau pulang ke mana, rumah sudah tidak ada.”

Desa Bungkah Berubah Total

Keuchik Desa Bungkah, Muhammad Hasballah, menunjukkan langsung kondisi desanya pada Jumat (19/12/2025). Rel kereta api terlihat miring dan nyaris menyentuh tanah. Jalan desa terputus. Rumah-rumah warga hancur, sebagian hanya menyisakan dinding.

Banjir besar yang terjadi pada 26 November 2025 itu menyapu sekitar 30 hektare lahan milik warga. Air setinggi satu hingga dua meter merendam kawasan desa. Bahkan, empat titik desa kini berubah seperti muara sungai, dengan aliran air yang terus bergerak mengikuti jalur sungai utama.

“Dulu ini lahan pertanian. Sekarang sudah seperti muara sungai,” ujar Hasballah lirih.

Ratusan Rumah Lenyap, Ribuan Jiwa Terdampak

Dampak banjir di Desa Bungkah terbilang sangat parah. Data desa mencatat, sebanyak 630 kepala keluarga atau 2.335 jiwa terdampak langsung. Dari jumlah tersebut, 96 unit rumah hilang rata dengan tanah.

Selain itu, kerusakan rumah warga terbagi dalam beberapa kategori. Sebanyak 211 unit rumah rusak sedang, 200 unit rusak berat, dan 123 unit rusak ringan. Banyak warga kini tidak lagi memiliki tempat tinggal.

“Mereka yang rumahnya hilang sekarang mengungsi di meunasah,” kata Hasballah.

Pengungsian Diprediksi Berlangsung Lama

Meunasah desa menjadi tempat berteduh utama bagi warga. Beruntung, halaman meunasah cukup luas dan dilengkapi bangunan pendukung seperti balai pertemuan. Namun, kondisi ini jelas bukan solusi jangka panjang.

Hasballah memperkirakan masa pengungsian akan berlangsung cukup lama. Bahkan, ia menyebut warga bisa bertahan di pengungsian hingga enam bulan ke depan.

“Mau pulang ke mana? Rumah sudah tidak ada. Saya kira enam bulan akan ada pengungsi di sini,” ucapnya.

Kebutuhan Mendesak Pengungsi

Selain kebutuhan pangan, warga Desa Bungkah masih sangat membutuhkan tenda yang layak agar setiap kepala keluarga memiliki ruang tinggal yang lebih manusiawi. Saat ini, banyak keluarga masih berbagi ruang sempit di bangunan darurat.

“Tim kesehatan, air bersih, dan kelambu juga sangat dibutuhkan,” ujar Hasballah menambahkan.

Kondisi sanitasi dan kesehatan menjadi perhatian serius, mengingat pengungsian berlangsung di tengah cuaca yang tidak menentu dan risiko penyakit pascabanjir.

Dampak Banjir Meluas di Aceh

Banjir tidak hanya meluluhlantakkan Desa Bungkah. Hingga saat ini, tercatat 71.637 pengungsi masih bertahan di 226 titik pengungsian di berbagai wilayah terdampak.

Kerusakan infrastruktur pertanian pun meluas. Sebanyak 12 daerah irigasi utama dan delapan irigasi tersier mengalami kerusakan. Selain itu, 14.509 hektare sawah tertutup lumpur setinggi satu hingga dua meter dan tidak dapat difungsikan kembali dalam waktu dekat.

Bencana ini bukan sekadar soal rumah yang hilang, tetapi juga tentang hilangnya sumber penghidupan warga. Kini, harapan warga Desa Bungkah dan ribuan korban banjir lainnya bergantung pada uluran tangan dan langkah cepat pemulihan.

Sumber: Kompas.com

Baca Juga:

Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

 

Saksikan berita lainnya:

Reformasi atau Langkah Mundur? Pengesahan RUU TNI 2025

5 Skandal Hakim Terbesar di Indonesia! Bisakah Prabowo Bersihkan Peradilan?

Tags: #BanjirAceh #AcehUtara #DesaBungkah #BencanaAlam #DukaWarga #BanjirBesar #Kemanusiaan #jurnalpelopor
Previous Post

Bantuan 30 Ton Beras Disalahpahami, Mendagri Buka Fakta

Next Post

44 Ribu Warga Tewas, Israel Dituduh Lakukan Pembersihan Etnis

musa

musa

Related Posts

kpk
Nasional

KPK Sita Dokumen hingga Uang saat Geledah Kantor Ditjen Pajak

14/01/2026
dana haji
Nasional

KPK Buka Dugaan Dana Haji Mengalir ke Elite PBNU

14/01/2026
mark-up
Nasional

Prabowo Murka, Bongkar Dugaan Mark-Up Energi

13/01/2026
banjir
Nasional

Banjir Rendam Jakarta, Sejumlah Ruas Tol Macet Panjang

13/01/2026
balikpapan
Nasional

RDMP Balikpapan Beroperasi, Impor Solar Ditarget Nol

13/01/2026
ronald
Nasional

Timothy Ronald Terseret Laporan Dugaan Penipuan Kripto

12/01/2026
Next Post
warga

44 Ribu Warga Tewas, Israel Dituduh Lakukan Pembersihan Etnis

Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.