Jurnal Pelopor – Kematian Dwinanda Linchia Levi, dosen muda Universitas 17 Agustus (Untag) Semarang, masih menyisakan tanda tanya besar. Ia ditemukan tewas di sebuah kamar indekos-hotel kawasan Gajahmungkur, Semarang, pada Senin (17/11/2025). Keluarga korban mengaku banyak hal yang tidak pernah diceritakan almarhumah, termasuk soal penyakit serta dugaan hubungan dengan seorang perwira menengah Polri, AKBP B. Kakak korban, Perdana Cahya (Fian), menyebut adiknya sangat tertutup terkait urusan pribadi sehingga keluarga tidak mengetahui kondisi kesehatan maupun latar belakang hubungan tersebut.
Kecurigaan keluarga muncul ketika AKBP B mengirim foto kondisi korban kepada kerabat lain, namun kemudian menghapusnya. Fian mengatakan foto itu memperlihatkan adanya bercak darah di perut dan paha, sehingga keluarga mendesak agar autopsi dilakukan untuk memastikan penyebab kematian.
Hubungan dengan AKBP B Mulai Terungkap
Kasus ini makin mencuat setelah keterangan kuasa hukum keluarga, Zaenal Abidin Petir, yang mengungkap bahwa AKBP B dan korban tercatat dalam satu Kartu Keluarga dengan status “family lain.” Padahal sang polisi memiliki keluarga sah. Hal inilah yang membuat Polda Jateng menilai ada pelanggaran etik, terutama karena hubungan keduanya tidak memiliki ikatan pernikahan yang sah.
Dalam gelar perkara Bidpropam Polda Jateng, AKBP B dinyatakan melanggar kode etik dan ditempatkan di ruang khusus selama 20 hari. Kabid Propam Kombes Saiful Anwar menegaskan bahwa penahanan ini merupakan langkah untuk memastikan pemeriksaan berjalan objektif dan transparan, tanpa pengecualian.
Kronologi Sebelum Kematian dan Kejanggalan yang Muncul
Korban diketahui mengalami masalah kesehatan sebelum meninggal. Ia sempat dua kali berobat ke rumah sakit pada 15 dan 16 November 2025 dengan keluhan tekanan darah tinggi dan gula darah yang mencapai angka 600. Setelah merasa membaik, ia kembali ke kamar dan bahkan meminta tubuhnya dibaluri minyak kayu putih malam sebelum kejadian. Namun keesokan paginya, ia ditemukan meninggal sekitar pukul 05.30 WIB. Laporan ke polisi baru dilakukan sekitar pukul 07.00 WIB oleh AKBP B yang berada di lokasi.
Keberadaan seorang anggota polisi Dalmas di kamar korban saat peristiwa terjadi memicu pertanyaan publik. Komunitas Muda Mudi Alumni Untag Semarang menilai kasus ini penuh kejanggalan dan meminta Polda Jateng membuka penyelidikan secara terang benderang.
Desakan Publik untuk Transparansi Total
Mahasiswa Untag bahkan mendatangi Mapolda Jateng untuk mendesak transparansi penyelidikan. Mereka menilai ada potensi konflik kepentingan mengingat sosok polisi yang berada di tempat kejadian. Sementara itu, penyelidikan sempat terkendala karena ponsel korban belum berhasil dibuka. Polisi kini melacak rekaman CCTV, memeriksa saksi, dan menelusuri aktivitas korban sebelum meninggal.
Kasus ini belum menemukan titik terang. Keluarga, mahasiswa, dan publik terus menunggu kebenaran di balik kematian Dwinanda seorang dosen muda yang dikenal cerdas, tertutup, dan kini meninggalkan misteri besar.
Sumber: Liputan6
Baca Juga:
Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%
Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos
Saksikan berita lainnya:







