• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
No Result
View All Result
Home Nasional

Dituding Nol Prestasi, Purbaya Jelaskan Kerja Sunyi Kemenkeu

Menkeu Purbaya menepis tudingan minim kinerja, menegaskan kondisi ekonomi 2025 sangat genting saat ia menjabat Bendahara Negara.

musa by musa
05/02/2026
in Jurnal
0
purabaya
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jurnal Pelopor — Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa buka suara soal tudingan bahwa dirinya tidak menunjukkan hasil kerja selama menjabat sebagai Bendahara Negara. Ia mengaku kerap mendengar komentar miring yang menyebut kinerjanya tidak terlihat, seolah tidak ada perubahan berarti di sektor ekonomi nasional.

Pernyataan itu disampaikan Purbaya saat rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI, Rabu (4/2/2026). Menurutnya, kritik tersebut muncul karena banyak pihak lupa pada kondisi Indonesia yang sangat genting pada pertengahan hingga akhir 2025.

Demo Besar dan Situasi Nyaris Lepas Kendali

Purbaya mengingatkan bahwa pada Agustus hingga September 2025, Indonesia berada dalam situasi yang sangat rawan. Demonstrasi besar terjadi di berbagai daerah, dipicu oleh tekanan ekonomi yang dirasakan masyarakat.

Ia menilai saat itu negara benar-benar berada di titik kritis. Kemarahan publik meluas, ketegangan politik meningkat, dan stabilitas ekonomi berada di ujung tanduk. Dalam kondisi seperti itu, menurut Purbaya, tidak mudah menjaga roda pemerintahan tetap berjalan normal.

Rumah Sri Mulyani Jadi Simbol Krisis

Untuk menggambarkan betapa gentingnya situasi kala itu, Purbaya menyinggung peristiwa penyerbuan rumah Menteri Keuangan sebelumnya, Sri Mulyani Indrawati. Insiden tersebut menjadi simbol betapa besarnya tekanan sosial dan kemarahan publik pada masa itu.

Menurut Purbaya, kejadian tersebut bukan sekadar peristiwa personal, melainkan alarm keras bahwa negara sedang berada dalam kondisi darurat. Ia menegaskan, jarang sekali rumah seorang pejabat tinggi negara menjadi sasaran langsung amarah massa jika situasi masih terkendali.

Ancaman Kembali ke Krisis 1998

Purbaya menilai bahwa tanpa langkah perbaikan yang cepat dan tepat, Indonesia berisiko kembali mengalami krisis seperti tahun 1998. Ia menyebut saat itu ancaman tersebut sangat nyata, bukan sekadar kekhawatiran berlebihan.

Kesalahan kebijakan dan buruknya komunikasi, menurutnya, bisa mempercepat keruntuhan ekonomi. Karena itu, pemerintah harus bergerak cepat menahan tekanan, menstabilkan kepercayaan publik, dan memastikan ekonomi tidak terus terpuruk.

Kerja Kolektif Pemerintah dan DPR

Ia menegaskan bahwa kondisi ekonomi yang lebih stabil saat ini bukan hasil kerja satu pihak. Purbaya menyebut perbaikan terjadi karena kerja sama erat antara pemerintah, Komisi XI DPR RI, dan seluruh pemangku kebijakan.

Menurutnya, keberhasilan mencegah krisis justru sering tidak terlihat karena yang terjadi adalah “tidak terjadinya sesuatu yang buruk”. Saat situasi mulai membaik dan terasa normal, banyak orang lupa bahwa kondisi tersebut lahir dari kerja keras di tengah tekanan ekstrem.

Normal Itu Hasil Kerja, Bukan Kebetulan

Di akhir pernyataannya, Purbaya menekankan bahwa kondisi yang kini dianggap normal sejatinya merupakan hasil dari upaya serius mencegah krisis. Ia mengingatkan bahwa dalam situasi krisis, cara berpikir, pengambilan kebijakan, dan tekanan politik sangat berbeda dibanding masa normal.

Baginya, menjaga negara agar tidak jatuh ke jurang krisis adalah pekerjaan besar, meski sering luput dari sorotan. Menurutmu, apakah kerja mencegah krisis memang selalu kurang dihargai karena hasilnya tidak kasat mata?

Sumber: Detik.com

Baca Juga:

Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

 

Saksikan berita lainnya:

Reformasi atau Langkah Mundur? Pengesahan RUU TNI 2025

5 Skandal Hakim Terbesar di Indonesia! Bisakah Prabowo Bersihkan Peradilan?

Tags: #PurbayaYudhiSadewa #MenteriKeuangan #EkonomiIndonesia #DPRRI #KomisiXI #IsuEkonomi #BeritaNasional
Previous Post

Quartararo Cedera, Mesin Error, Yamaha Hentikan Tes di Sepang

Next Post

Menkeu Purbaya: Tak Ada Minta Bantuan Presiden soal OTT KPK

musa

musa

Related Posts

msf
World

Rumah Sakit MSF Dibom, Perang Sudan Selatan Kian Brutal

06/02/2026
genosida
Nasional

Pakai KUHP Baru, Genosida Israel Dilaporkan ke Kejagung

06/02/2026
hector souto
Olahraga

Tak Mau Disanjung, Hector Souto Serahkan Panggung ke Pemain

06/02/2026
final
Olahraga

Tembus Final! Timnas Futsal Indonesia Masuk Elite Asia

06/02/2026
bil gates
World

Bill Gates di Klaim Penyakit Menular, Mantan Istri Angkat Bicara

05/02/2026
doj
World

Epstein Files Ditarik Mendadak, Kesalahan DOJ Picu Amarah

05/02/2026
Next Post
purbaya

Menkeu Purbaya: Tak Ada Minta Bantuan Presiden soal OTT KPK

Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.