Jurnal Pelopor – Timnas Indonesia U-23 kembali menjadi sorotan menjelang gelaran Piala AFF U-23 2025. Bertindak sebagai tuan rumah, skuad Garuda Muda diunggulkan banyak pihak sebagai kandidat kuat juara, termasuk oleh pelatih Vietnam, Kim Sang Sik, yang secara terbuka menyebut Indonesia punya keunggulan fisik dan kecepatan. Namun pelatih kepala Timnas U-23, Gerald Vanenburg, tak mau larut dalam pujian. Dalam sesi konferensi pers yang berlangsung santai namun tegas, pelatih asal Belanda itu menegaskan bahwa pujian tidak ada artinya jika tim tidak bisa tampil maksimal.
“Saya tidak bisa mengatakan apa-apa soal itu (dijagokan juara),” ujar Vanenburg. “Yang terpenting sekarang adalah menang. Kalau tidak, ya kita tersingkir. Sesimpel itu.”
Vanenburg menilai bahwa status sebagai unggulan justru bisa menjadi tekanan tersendiri jika tidak dikelola dengan baik. Ia menekankan pentingnya fokus dan kedisiplinan dalam menjalani setiap pertandingan.
“Saya tidak terlalu peduli siapa yang mengatakan kami favorit atau tidak. Pekerjaan saya adalah menyiapkan tim agar siap tempur dan menang. Kami hanya akan berbicara dengan hasil di lapangan,” lanjutnya.
Fokus pada Konsistensi dan Tanding Mental
Pelatih yang pernah menjadi bagian dari skuad juara Euro 1988 bersama Timnas Belanda ini mengingatkan bahwa sepak bola, apalagi turnamen pendek seperti AFF U-23, sangat ditentukan oleh konsistensi. Kemenangan di laga pertama bisa jadi kunci, tapi tidak menjamin gelar. Kekalahan bisa berarti langsung pulang.
“Kami punya potensi, saya percaya itu. Tapi potensi saja tidak cukup. Harus ada kerja keras, disiplin, dan mental kuat. Karena satu kekalahan saja bisa memutus jalan kami,” tambah Vanenburg.
Timnas U-23 Indonesia sendiri tergabung di grup yang cukup kompetitif bersama Malaysia, Brunei, dan Filipina. Laga perdana akan menjadi ujian awal apakah anak-anak asuh Vanenburg bisa membuktikan diri sebagai favorit sejati.
Utama di Kandang, Bukan Jaminan
Vanenburg juga mengingatkan bahwa bermain di kandang bukan berarti otomatis menang. Menurutnya, dukungan supporter harus dijawab dengan kinerja. Ia berharap para pemain bisa mengelola tekanan dari harapan publik Indonesia dengan baik.
“Dukungan suporter itu luar biasa, tapi harus diiringi tanggung jawab. Kita harus tampil dengan semangat dan menunjukkan bahwa kita layak dibanggakan,” tutupnya.
Dengan tekanan sebagai tuan rumah dan ekspektasi publik yang tinggi, mampukah Vanenburg membawa Garuda Muda terbang tinggi di AFF U-23 2025? Kita tunggu aksinya di laga pembuka!
Sumber: CNN Indonesia
Baca Juga:
Piala Sinonoyo Meledak! Legenda Persibo Turun Gunung
Takut Ekonomi Ambruk? Ini Aset Aman Selain Emas
Saksikan berita lainnya:







