Jurnal Pelopor — Kabar duka kembali menyelimuti insiden jatuhnya pesawat ATR 42-500 di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan. Salah satu penumpang yang menjadi korban diketahui bernama Ferry Irawan, pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang tercatat sebagai warga Kota Bogor, Jawa Barat. Kepergian Ferry tidak hanya menyisakan duka mendalam bagi keluarga, tetapi juga bagi lingkungan tempat ia tinggal dan institusi tempatnya mengabdi.
Warga Cikaret Bogor yang Dikenal Tenang
Ferry Irawan diketahui berdomisili di Kelurahan Cikaret, Kecamatan Bogor Selatan. Informasi tersebut dibenarkan langsung oleh Ketua RT setempat, Ari Fakhrizal. Menurut Ari, kabar mengenai Ferry sebagai salah satu penumpang pesawat nahas itu diterimanya pada Minggu sore.
Ia mengungkapkan bahwa Ferry selama ini tinggal bersama istri dan dua anaknya di Bogor. Anak sulung Ferry masih duduk di bangku SMP, sementara anak bungsunya bersekolah di tingkat SD. Keseharian Ferry dikenal sebagai pribadi yang sederhana dan jarang menonjol di lingkungan sekitar.
Saat didatangi, rumah satu lantai bercat putih milik Ferry tampak tertutup dan sepi. Gerbang rumah dalam kondisi terkunci, mencerminkan suasana duka yang menyelimuti keluarga.
Keluarga Menunggu Kepastian di Bekasi
Ari menjelaskan bahwa saat ini istri dan anak-anak Ferry berada di Bekasi, Jawa Barat, tepatnya di rumah orang tua Ferry. Keluarga memilih berkumpul sambil menunggu informasi resmi lanjutan terkait proses identifikasi dan penanganan jenazah korban.
“Sekarang keluarganya semua di Bekasi. Mereka menunggu kepastian lebih lanjut soal kondisi Pak Ferry,” ujar Ari dengan nada prihatin.
Langkah keluarga untuk berkumpul dinilai sebagai upaya saling menguatkan di tengah situasi sulit yang datang secara tiba-tiba dan mengejutkan.
Tugas Negara yang Berujung Duka
Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono telah mengonfirmasi bahwa terdapat tiga pegawai KKP di dalam pesawat ATR 42-500 tersebut. Ferry Irawan termasuk di antaranya dan tengah menjalankan tugas negara.
Menurut Trenggono, ketiga pegawai KKP tersebut sedang melaksanakan misi pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan melalui jalur udara. Ferry Irawan tercatat memiliki pangkat Penata Muda Tingkat I dengan jabatan sebagai analis kapal pengawas.
Dua pegawai KKP lainnya adalah Deden Mulyana, pengelola barang milik negara, serta Yoga Naufal yang bertugas sebagai operator foto udara. Ketiganya berada dalam satu misi pengawasan wilayah perikanan Indonesia.
Duka untuk Abdi Negara
Trenggono menyampaikan rasa duka cita mendalam atas insiden tersebut. Ia menyebut seluruh jajaran KKP merasa kehilangan atas kejadian tragis yang menimpa para pegawainya.
Insiden ini kembali mengingatkan publik bahwa di balik tugas-tugas pengawasan dan pelayanan negara, terdapat risiko besar yang dihadapi para aparatur sipil. Ferry Irawan, yang dikenal sebagai ayah dan suami penyayang di rumah, kini dikenang sebagai abdi negara yang gugur saat menjalankan tugas.
Kepergiannya meninggalkan luka, bukan hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi masyarakat Bogor dan Kementerian Kelautan dan Perikanan yang kehilangan salah satu putra terbaiknya.
Baca Juga:
Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%
Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos
Saksikan berita lainnya:







