Jurnal Pelopor – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap rencana Pemerintah Kota Bandung untuk membongkar Teras Cihampelas atau Skywalk Cihampelas. Menurut Dedi, keberadaan bangunan tersebut justru merusak estetika kawasan Jalan Cihampelas yang selama ini dikenal sebagai salah satu pusat ekonomi dan wisata paling mapan di Kota Bandung.
Ia menilai, alih-alih memperindah kawasan, struktur skywalk malah menutup pandangan dan mengurangi daya tarik visual Cihampelas.
Penolakan yang Sudah Disampaikan Sejak Lama
Dedi mengungkapkan bahwa sikapnya terhadap Teras Cihampelas bukan hal baru. Ia mengaku telah lama menyampaikan pandangan tersebut kepada Wali Kota Bandung Muhammad Farhan. Menurutnya, kawasan Cihampelas sudah berkembang secara alami tanpa perlu tambahan struktur besar di atas jalan.
Sebelum skywalk dibangun, Cihampelas telah memiliki ekosistem ekonomi yang hidup. Deretan hotel, pusat perbelanjaan seperti Ciwalk, outlet, hingga restoran tumbuh rapi dan saling mendukung. Namun, setelah Teras Cihampelas berdiri, banyak bangunan justru tertutup dan kehilangan eksposur visual.
“Cihampelas itu ekonominya sudah mapan. Ada hotel, ada Ciwalk, kemudian outlet, rapi dan restoran ekonominya sudah tumbuh dari dulu. Justru dengan adanya Teras Cihampelas ini, mereka menjadi tidak kelihatan,” ujar Dedi.
Pilar Besi Dinilai Merusak Estetika Kawasan
Menurut Dedi, persoalan utama Teras Cihampelas bukan terletak pada warna cat atau konsep penataan. Masalah utamanya justru ada pada struktur fisik bangunan. Pilar-pilar besi dan konstruksi skywalk dianggap menjadi penghalang pandangan dan merusak keindahan kawasan.
Ia menegaskan bahwa upaya kosmetik seperti pengecatan ulang tidak akan mengubah dampak visual yang ditimbulkan oleh struktur tersebut.
“Walaupun dicat kanan-kiri berwarna, tetap saja besi-besi itu menjadi penghalang pandangan dan membuat estetika menjadi rusak,” katanya.
Pembongkaran Dinilai Satu-satunya Pilihan
Atas pertimbangan itu, Dedi menilai pembongkaran menjadi satu-satunya pilihan realistis. Ia menolak gagasan perbaikan atau pengaktifan kembali fungsi perdagangan di atas skywalk karena dinilai tidak akan bertahan lama.
Menurutnya, selama struktur utama tetap ada, persoalan estetika dan fungsi kawasan tidak akan terselesaikan.
“Kalau menurut saya, sudah bongkar saja. Enggak ada pilihan. Karena kalaupun nanti dicat lagi atau dibikin jualan lagi, itu enggak akan lama bertahan,” tegas mantan Bupati Purwakarta tersebut.
Pemkot Bandung Temukan Masalah Administratif
Sikap Dedi sejalan dengan keputusan terbaru Wali Kota Bandung Muhammad Farhan. Setelah sebelumnya sempat menyatakan tidak akan membongkar Teras Cihampelas, Farhan akhirnya mengambil langkah tegas usai dilakukan penelusuran administratif.
Hasilnya, Teras Cihampelas tahap satu dan dua diketahui tidak mengantongi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) maupun Sertifikat Laik Fungsi (SLF). Ketiadaan dokumen tersebut membuat bangunan skywalk tidak dapat dipertahankan secara hukum.
“Teras Cihampelas itu tidak punya PBG, tidak punya SLF. Jadi memang harus dibongkar,” ujar Farhan.
Penataan Kota dan Tantangan ke Depan
Rencana pembongkaran Teras Cihampelas kini menjadi simbol perubahan arah penataan Kota Bandung. Pemerintah daerah ingin mengembalikan wajah Cihampelas agar lebih terbuka, estetis, dan fungsional.
Namun, keputusan ini juga menjadi pengingat pentingnya perencanaan matang dan kepatuhan administratif dalam pembangunan fasilitas publik.
Sumber: Kompas.com
Baca Juga:
Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%
Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos
Saksikan berita lainnya:







