Jurnal Pelopor – Everton sedang dalam pembicaraan lanjutan dengan David Moyes terkait kemungkinan kembalinya sang pelatih ke Goodison Park setelah pemecatan Sean Dyche. Moyes, yang pernah menangani The Toffees dari 2002 hingga 2013, disebut sebagai kandidat terkuat meskipun kesepakatan belum resmi tercapai.
Kembalinya Moyes akan terjadi di saat genting bagi Everton, yang kini berada di peringkat 16 Liga Inggris, hanya satu poin di atas zona degradasi. Pemecatan Dyche pada Kamis lalu menjadi pergantian manajerial terbaru di klub yang telah melalui delapan manajer permanen sejak kepergian Moyes.
Warisan Moyes di Everton
Selama 11 tahun melatih Everton, Moyes mengubah klub dari kandidat degradasi menjadi tim yang konsisten tampil di kompetisi Eropa. Di bawah kepemimpinannya, Everton bahkan mencapai babak kualifikasi Liga Champions pada 2005, menunjukkan kemampuannya memaksimalkan sumber daya terbatas. Namun, kepergiannya ke Manchester United pada 2013 dan kontroversi yang menyertainya meninggalkan kesan campur aduk di hati para penggemar.
Kini, Moyes menghadapi Everton yang sangat berbeda. Klub ini berada di bawah kepemilikan baru dari grup Amerika, The Friedkin Group, yang dikenal cepat dan tegas dalam mengambil keputusan. Moyes juga harus menavigasi struktur sepak bola modern, bekerja sama dengan direktur olahraga, Kevin Thelwell sesuatu yang tidak ada selama masa jabatannya sebelumnya di Goodison Park.
Tantangan yang Menanti Moyes
Phil McNulty, Penulis Sepak Bola Senior BBC Sport, mencatat bahwa kembalinya Moyes kemungkinan penuh dengan tantangan besar.
“Everton yang ditinggalkan Moyes dulu stabil, hampir sepenuhnya berada di bawah kendalinya. Hari ini, ia akan kembali ke klub yang dihantui pergantian manajer dan berjuang menghindari degradasi dengan jauh lebih sedikit kesabaran untuk upaya pembangunan kembali.”
Moyes sendiri baru-baru ini menyatakan keengganannya mengambil peran di klub yang berjuang menghindari degradasi. Namun ia mengakui bahwa sepak bola tetap menjadi bagian dari darahnya. Dalam pernyataannya setelah menerima gelar Order of the British Empire (OBE) awal tahun ini, Moyes mengisyaratkan keinginannya untuk peran di mana ia dapat memberikan dampak signifikan.
Reaksi Fans: Terbelah, Tapi Penuh Harapan
Para penggemar terbagi dalam menanggapi kemungkinan kembalinya Moyes. Beberapa masih mengingat kepergiannya yang kontroversial dan upaya transfer di bawah meja untuk Leighton Baines dan Marouane Fellaini saat di Manchester United. Namun, yang lain melihat Moyes sebagai sosok stabil yang dibutuhkan klub saat ini.
“Moyes adalah sosok yang dapat dipercaya,” ujar Mike Richards dari The Unholy Trinity Everton Podcast.
“Dia dapat memberikan stabilitas dan memulai pembangunan kembali besar-besaran yang sangat dibutuhkan klub. Akan ada waktu untuk pelatih muda yang ambisius, tetapi untuk saat ini, Moyes adalah pilihan yang tepat.”
Para Pemain Mengakui Kesalahan atas Pemecatan Dyche
Michael Keane, yang pernah bekerja dengan Dyche di Burnley dan Everton, mengakui bahwa para pemain juga harus bertanggung jawab atas kepergian sang manajer.
“Sebagai pemain, kami harus bertanggung jawab. Secara kolektif, kami belum cukup baik,” ujar Keane.
Kemenangan Everton atas Peterborough di Piala FA tak lama setelah pemecatan Dyche memberikan secercah harapan. Namun jelas Everton membutuhkan stabilitas dan peningkatan kinerja.
Apa Langkah Berikutnya untuk Moyes dan Everton?
Jika Moyes menerima posisi ini, ia akan menghadapi tugas besar untuk membawa Everton keluar dari zona degradasi. Selain itu, ia juga perlu menangani perubahan struktural dan budaya yang signifikan di klub.
Dengan target pengumuman manajer baru pada Jumat malam, kembalinya Moyes akan menjadi reuni penuh nostalgia sekaligus pilihan pragmatis. Kembalinya Moyes memicu perdebatan dan harapan di kalangan pendukung Everton, apakah dia dapat mengulangi kesuksesan masa lalunya.
Mungkin, seperti yang dikatakan Richards,
semuanya “sudah dituliskan dalam takdir.”







