Jurnal Pelopor – Aksi ojek pangkalan (opang) yang menyetop paksa pengemudi ojek online (ojol) di Stasiun Pondok Ranji, Tangerang Selatan, berbuntut panjang. Polisi turun tangan dan telah mengamankan pelaku usai video kejadian tersebut viral di media sosial.
Kronologi Kejadian
Peristiwa ini terjadi pada Sabtu (16/8/2025) sekitar pukul 15.00 WIB. Seorang perempuan yang hendak berangkat ke rumah sakit memesan ojol di dekat Stasiun Pondok Ranji. Namun, ketika ia hendak naik ke motor ojol, seorang opang tiba-tiba mencabut kunci motor sang driver.
Cekcok pun terjadi. Sang penumpang diminta turun dan dipaksa menggunakan jasa opang. Agar tidak memperkeruh keadaan, penumpang akhirnya bersedia naik opang dengan biaya dua kali lipat, asalkan driver ojol bisa dilepaskan.
Video detik-detik kejadian itu kemudian beredar luas di media sosial pada Minggu (17/8/2025), menuai reaksi keras dari warganet.
Polisi Amankan Pelaku
Kapolsek Ciputat Timur Kompol Bambang Askar Sodiq membenarkan pihaknya telah mengamankan terduga pelaku berinisial Firdiansyah. Ia diketahui mencabut kunci motor ojol dan memaksa penumpang turun.
“Pelaku akan kami interogasi. Korban dan sejumlah saksi juga sudah kami mintai keterangan,” ujar Bambang, Senin (18/8/2025).
Polisi juga masih mendalami klaim adanya “kesepakatan” antara opang dan ojol di sekitar stasiun. Namun hingga kini, pelaku tak bisa menunjukkan bukti tertulis.
Tak Ada Ruang untuk Premanisme
Kapolsek Ciputat Timur menegaskan pihaknya tidak akan memberi ruang bagi tindakan premanisme. Untuk menuntaskan kasus ini, polisi juga berencana memanggil pihak RT/RW, camat, hingga manajer KAI Stasiun Pondok Ranji.
“Kalau memang ada kesepakatan, harus jelas tertulis. Kalau tidak ada, ya tidak bisa dijadikan alasan. Kami ingin masalah ini tuntas dan masyarakat merasa aman,” tegasnya.
Ia juga mendorong masyarakat agar tidak takut melapor jika mengalami kejadian serupa. Polsek Ciputat Timur bahkan telah membuka kanal laporan di media sosial untuk mempermudah aduan terkait gangguan keamanan dan ketertiban.
Reaksi Publik
Peristiwa ini menuai sorotan luas warganet yang mengecam aksi main paksa opang. Banyak yang menilai tindakan tersebut merugikan penumpang dan pengemudi ojol, serta merusak citra transportasi umum di kawasan sekitar stasiun.
Kini, publik menantikan langkah tegas aparat agar kejadian serupa tak terulang.
Sumber: Detik.com
Baca Juga:
Singonoyo Cup Meledak! Legenda Persibo Turun Gunung
Takut Ekonomi Ambruk? Ini Aset Aman Selain Emas
Saksikan berita lainnya:







