Jurnal Pelopor – Fenomena langit berwarna merah pekat yang terjadi di wilayah selatan Pandeglang, Banten, beberapa hari lalu sempat menghebohkan warga dan jagat media sosial. Banyak yang mengaitkannya dengan tanda bencana. Namun, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan peristiwa tersebut merupakan fenomena alam biasa yang dikenal sebagai hamburan Rayleigh.
Langit Merah Viral di Media Sosial
Fenomena ini terjadi pada Kamis (18/12/2025) sore, menjelang matahari terbenam. Warga mengabadikan langit yang tampak merah menyala dan membagikannya ke media sosial. Warna langit yang tidak biasa itu memicu berbagai spekulasi, mulai dari isu cuaca ekstrem hingga tanda-tanda bencana alam.
Namun, para ahli memastikan tidak ada ancaman apa pun di balik peristiwa tersebut.
Apa Itu Hamburan Rayleigh?
Hamburan Rayleigh adalah fenomena optik atmosfer yang terjadi ketika cahaya matahari berinteraksi dengan molekul kecil di atmosfer, terutama oksigen dan nitrogen. Fenomena ini pertama kali dijelaskan oleh ilmuwan Inggris John William Strutt, yang lebih dikenal sebagai Lord Rayleigh.
Dalam kondisi normal, hamburan Rayleigh menyebabkan langit tampak biru pada siang hari. Namun, saat matahari berada di posisi rendah, seperti sore atau menjelang terbenam, cahaya matahari harus menempuh jarak lebih panjang melalui atmosfer.
Akibatnya, warna dengan gelombang pendek seperti biru akan terhambur lebih dulu. Yang tersisa dan sampai ke mata manusia adalah warna dengan gelombang panjang, yakni merah dan jingga.
Penjelasan BMKG soal Langit Merah di Pandeglang
Kepala Balai Besar BMKG Wilayah II Banten, Hartanto, menegaskan fenomena langit merah di Pandeglang merupakan kejadian alamiah.
“Cahaya matahari berada pada posisi rendah sehingga harus menempuh jarak yang lebih jauh di atmosfer. Akibatnya, hanya warna merah dan jingga yang bisa tertangkap oleh mata,” jelas Hartanto.
Ia menambahkan, warna merah yang terlihat sangat pekat dipengaruhi oleh tingginya konsentrasi uap air serta partikel aerosol seperti debu atau polutan di udara.
Peran Hujan dan Awan Tebal
Kondisi cuaca saat itu turut memperkuat efek visual. Wilayah Pandeglang sedang diguyur hujan, sehingga awan-awan tebal memantulkan cahaya merah dengan lebih kuat.
“Pantulan cahaya merah pada awan yang mengandung banyak uap air membuat warna langit tampak lebih dramatis,” ujar Hartanto.
Kombinasi matahari rendah, kelembapan tinggi, dan partikel di udara membuat langit terlihat jauh lebih merah dibandingkan hari biasa.
Dipastikan Bukan Tanda Bencana
BMKG menegaskan fenomena ini tidak berkaitan dengan potensi bencana alam. Tidak ada indikasi gempa, letusan gunung api, maupun cuaca ekstrem yang menyertainya.
“Kejadian tersebut tidak mencirikan akan terjadinya bencana alam,” tegas Hartanto.
BMKG juga mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak mudah terprovokasi oleh spekulasi yang beredar di media sosial. Warga diminta selalu memantau informasi cuaca dari sumber resmi.
Fenomena Alam yang Langka tapi Normal
Meski jarang terlihat, hamburan Rayleigh yang memicu langit merah merupakan fenomena ilmiah yang wajar. Peristiwa ini justru menjadi pengingat betapa dinamisnya atmosfer Bumi.
Sumber: Detik.com
Baca Juga:
Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%
Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos
Saksikan berita lainnya:







