• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
No Result
View All Result
Home News World

Buffett Tak Tergoda Emas Saat Semua Orang Berebut

Warren Buffett tetap cuek terhadap lonjakan harga emas global, menyebut logam mulia sebagai aset tak produktif di tengah kepanikan pasar.

musa by musa
27/10/2025
in World
0
buffett
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jurnal Pelopor – Di tengah melonjaknya harga emas yang kini mendekati US$4.350 per ons atau sekitar Rp72,1 juta, investor legendaris Warren Buffett justru tetap tidak tertarik. Padahal, sebagian besar investor dunia tengah memburu logam mulia tersebut sebagai aset lindung nilai dari inflasi dan ketidakpastian global.

Dunia Panik, Emas Jadi Primadona

Kenaikan harga emas lebih dari 65% sejak awal 2025 dipicu oleh maraknya pembelian dari bank sentral dan investor besar. Situasi global yang penuh tekanan—mulai dari inflasi tinggi, ketidakpastian ekonomi, hingga perang dagang—mendorong banyak pihak mengamankan aset dalam bentuk logam mulia.

Namun, Buffett melihat fenomena ini secara berbeda. Dalam surat tahunan kepada pemegang saham Berkshire Hathaway tahun 2011, pria berjuluk Oracle of Omaha itu menyebut emas sebagai aset yang “tidak produktif dan tidak menghasilkan apa-apa.” Menurutnya, emas hanya diam di tempat, tanpa menciptakan nilai atau arus kas seperti bisnis yang sesungguhnya.

“Emas adalah cara untuk ikut serta dalam ketakutan,” kata Buffett kala itu. Ia menilai harga emas naik ketika investor cemas terhadap ekonomi, dan turun ketika pasar mulai optimistis.

Lebih Suka Bisnis Produktif daripada Logam Mulia

Berbeda dari mayoritas investor yang mengandalkan emas sebagai pelindung kekayaan, Buffett lebih memilih aset produktif seperti saham, perusahaan, atau lahan usaha. Ia percaya kekayaan sejati hanya bisa dibangun lewat aset yang menghasilkan arus kas dan pertumbuhan nilai jangka panjang.

Meski begitu, Buffett sempat membuat kejutan pada 2020, ketika Berkshire Hathaway membeli saham senilai US$565 juta di Barrick Gold, salah satu perusahaan tambang emas terbesar di dunia. Namun, kepemilikan itu hanya berlangsung sebentar—Buffett menjual seluruh sahamnya di akhir tahun yang sama. Langkah tersebut membuktikan bahwa ia tetap konsisten menganggap emas bukanlah investasi utama.

Berbeda Arah dengan Investor Dunia

Ketika Buffett bersikap dingin terhadap emas, sejumlah tokoh besar justru berpandangan sebaliknya. Mike Wilson dari Morgan Stanley menyarankan alokasi hingga 20% portofolio ke emas, sedangkan Ray Dalio dari Bridgewater Associates merekomendasikan 10–15%. Bahkan, analis David Schlesser (VanEck) memperkirakan harga emas bisa menembus US$5.000 per ons pada 2026, seiring meningkatnya minat terhadap aset penyimpan nilai seperti emas dan bitcoin.

Meski begitu, Buffett tetap berpegang pada prinsip lamanya: emas memang bisa menjadi alat lindung nilai, tapi bukan jalan untuk membangun kekayaan jangka panjang.

Bagi Buffett, investasi sejati bukan tentang mengikuti ketakutan pasar, melainkan tentang memiliki bisnis yang tumbuh, memberi manfaat, dan menghasilkan keuntungan nyata dari waktu ke waktu.

Sumber: CNBC Indonesia

Baca Juga:

Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

 

Saksikan berita lainnya:

Reformasi atau Langkah Mundur? Pengesahan RUU TNI 2025

5 Skandal Hakim Terbesar di Indonesia! Bisakah Prabowo Bersihkan Peradilan?

Tags: #WarrenBuffett #HargaEmas #Investasi #EmasDunia #InflasiGlobal #Investor #BerkshireHathaway #PasarKeuangan #EkonomiGlobal #SafeHaven
Previous Post

WNI Bunuh Istri di Singapura, Minta Diadili di RI Ditolak Hakim

Next Post

PSSI Belum Terima Surat Resmi Terkait Rencana FIFA ASEAN Cup

musa

musa

Related Posts

israel
World

Negara Arab Ngamuk! Israel Caplok Tepi Barat Milik Negara.

17/02/2026
eropa
World

Eropa Paling Ramah Libur, Pekerja Dapat 33 Hari Cuti

19/01/2026
greenland
World

Momen Krusial Greenland, Pernyataan Tegas PM Denmark

13/01/2026
google
World

Laporkan Pelecehan, Pegawai Google Malah Dipecat

12/01/2026
ekspor
World

Maduro Dibui, Ekspor Minyak Venezuela ke AS Mulai Dibahas

07/01/2026
kolombia
World

Demi Kedaulatan, Presiden Kolombia Tantang AS dengan Senjata

07/01/2026
Next Post
fifa asean cup

PSSI Belum Terima Surat Resmi Terkait Rencana FIFA ASEAN Cup

Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.