• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
No Result
View All Result
Home News Politics

Bongkar! Keponakan Luhut di Balik Dana Rp80 Triliun Danantara?

Danantara diduga salah kelola dana Rp80 triliun dividen BUMN, 15 persen dialihkan ke obligasi, publik pertanyakan transparansi lembaga.

musa by musa
30/10/2025
in Politics
0
danantara
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jurnal Pelopor –  Polemik baru mengguncang dunia ekonomi nasional setelah terungkap dugaan penyimpangan dalam pengelolaan dana dividen BUMN oleh lembaga investasi Danantara Investasi. Lembaga ini dibentuk untuk mengelola lebih dari Rp80 triliun dana hasil dividen BUMN dengan tujuan mulia: mempercepat proyek strategis nasional dan mendorong pertumbuhan ekonomi riil.

Namun, laporan internal menunjukkan hal yang berbeda. Sekitar 15 persen dana tersebut dialihkan ke pasar keuangan, khususnya pembelian obligasi. Langkah ini menimbulkan pertanyaan besar di publik apakah Danantara masih memegang teguh mandatnya untuk memperkuat pembangunan nasional?

Sosok di Balik Kebijakan Kontroversial

Kebijakan pengalihan dana itu diputuskan oleh Pandu Patria Sjahrir, Chief Investment Officer (CIO) Danantara. Ia dikenal luas sebagai pengusaha muda berpengaruh sekaligus keponakan Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi.

Kedekatan hubungan keluarga ini memunculkan kecurigaan adanya potensi benturan kepentingan dalam pengambilan keputusan strategis Danantara. Banyak pihak khawatir dana publik yang seharusnya digunakan untuk pembangunan, justru berubah arah menjadi alat permainan investasi yang berisiko dan tidak langsung dirasakan masyarakat.

Suara Pemerintah: Harusnya untuk Sektor Riil

Menanggapi isu tersebut, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa dana hasil dividen BUMN seharusnya digunakan untuk memperkuat sektor riil. Dana publik, katanya, semestinya diarahkan ke pembangunan infrastruktur, penciptaan lapangan kerja, dan pengembangan ekonomi produktif.

“Jika dana negara digunakan untuk permainan pasar keuangan, manfaat sosial dan ekonomi yang diharapkan akan berkurang,” tegas Purbaya dalam keterangannya pekan lalu.

Pembelaan Pandu Patria: Investasi Sementara

Di sisi lain, Pandu Patria berupaya menjelaskan bahwa investasi obligasi yang dilakukan Danantara bersifat sementara. Menurutnya, langkah tersebut diambil untuk menghasilkan keuntungan jangka pendek hingga akhir 2025, sebelum dialihkan kembali ke proyek pembangunan.

Namun, pembelaan itu belum mampu meredam kritik publik. Pasalnya, dana yang dikelola bukan uang pribadi, melainkan milik negara, yang seharusnya dikelola dengan prinsip transparansi dan kehati-hatian tinggi.

Risiko Moral dan Pergeseran Fungsi

Para pengamat ekonomi menilai kebijakan tersebut berpotensi menimbulkan tiga risiko utama. Pertama, fungsi Danantara bisa bergeser dari lembaga pembangunan menjadi lembaga keuangan yang hanya mengejar profit. Kedua, manfaat ekonomi riil bagi masyarakat tertunda karena dana tidak langsung digunakan untuk proyek produktif. Ketiga, risiko moral hazard meningkat jika pengawasan publik terhadap Danantara tidak diperkuat.

Meski obligasi dianggap aman, keputusan menggunakan dana publik untuk instrumen pasar modal jelas bertentangan dengan semangat pembangunan. Dana yang semestinya menjadi motor penggerak ekonomi rakyat malah berputar di meja investasi.

Publik Menuntut Transparansi

Gelombang desakan muncul dari berbagai pihak. Publik meminta transparansi penuh dalam pengelolaan dana dividen BUMN. Mereka menuntut agar pemerintah membuka data mengenai struktur investasi, mekanisme pengambilan keputusan, serta siapa saja pihak yang terlibat.

Kepercayaan publik terhadap kebijakan keuangan negara kini tengah diuji. Pemerintah perlu memastikan bahwa setiap rupiah hasil kerja BUMN benar-benar digunakan untuk mempercepat pembangunan, bukan untuk permainan investasi yang berisiko tinggi.

Ujian Tata Kelola Keuangan Publik

Kasus Danantara menjadi cermin penting bagi tata kelola keuangan publik Indonesia. Di tengah semangat pemerintah untuk mempercepat pembangunan, transparansi dan akuntabilitas justru menjadi fondasi yang paling dibutuhkan.

Jika tidak segera dibenahi, polemik ini bisa menurunkan kepercayaan masyarakat terhadap pengelolaan dana negara. Sebaliknya, bila direspons dengan langkah tegas dan terbuka, kasus ini bisa menjadi momentum untuk memperkuat reformasi investasi nasional.

Sumber: Monitordaycom

Baca Juga:

Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

 

Saksikan berita lainnya:

Reformasi atau Langkah Mundur? Pengesahan RUU TNI 2025

5 Skandal Hakim Terbesar di Indonesia! Bisakah Prabowo Bersihkan Peradilan?

Tags: #DanantaraInvestasi #DividenBUMN #PenyimpanganDana #EkonomiNasional #InvestasiPublik #Transparansi #BUMN #IsuEkonomi #DanaNegara #PolemikEkonomi
Previous Post

Ketahuan Party, Beasiswa Mahasiswi UNS Langsung Dicabut

Next Post

Cinta Tak Lagi Sejalan, Sabrina Pilih Cerai dari Deddy Corbuzier

musa

musa

Related Posts

pdi
Politics

Kaesang Incar Jateng, PDI-P Klaim Tetap Menang

10/01/2026
pilkada
Politics

Alarm Bahaya, Pilkada Lewat DPRD Kembali Menguat

08/01/2026
nadiem
Politics

Prajurit TNI Hadir di Sidang Nadiem, Jaksa: Demi Keamanan

06/01/2026
pdip
Politics

Megawati Lantik PDIP Jateng, Putri Puan Masuk Jajaran Inti

29/12/2025
nikel
Politics

Penghentian Kasus Nikel Rp2,7 T Diprotes Eks Pimpinan KPK

29/12/2025
jaksa
Politics

Jaksa Bongkar Manuver Nadiem di Kasus Chromebook

17/12/2025
Next Post
sabrina

Cinta Tak Lagi Sejalan, Sabrina Pilih Cerai dari Deddy Corbuzier

Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.