• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
No Result
View All Result
Home Nasional

BMKG Tingkatkan Kesiapsiagaan dengan 10.000 Detektor

BMKG pasang lebih dari 10.000 detektor cuaca, gempa, dan tsunami di 191 daerah untuk memperkuat mitigasi bencana nasional.

musa by musa
16/12/2025
in Nasional
0
bmkg
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jurnal Pelopor – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkuat sistem mitigasi bencana nasional dengan memasang lebih dari 10.000 detektor pemantau cuaca, gempa bumi, dan tsunami. Seluruh perangkat tersebut tersebar di 191 daerah di Indonesia dan terhubung langsung dengan unit pelaksana teknis (UPT) BMKG.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya negara meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana alam di wilayah rawan gempa seperti Indonesia.

Dipantau Lewat Ratusan Stasiun BMKG

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menjelaskan, ribuan alat itu bekerja secara real time melalui jaringan stasiun BMKG yang tersebar dari Sabang hingga Merauke. Setiap UPT bertugas mengawasi, memvalidasi, dan mengirimkan data ke pusat.

“Semua data terpantau langsung di UPT-UPT BMKG yang tersebar di 191 daerah, dengan lebih dari 10 ribu alat aktif,” ujar Faisal dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta.

Indonesia Diguncang 40.000 Gempa Sepanjang 2025

BMKG mencatat lebih dari 40.000 gempa bumi terjadi di Indonesia sepanjang tahun 2025. Dari jumlah tersebut, sebanyak 917 gempa dirasakan langsung oleh masyarakat.

Lebih mengkhawatirkan, 24 gempa di antaranya tercatat sebagai gempa merusak yang menyebabkan kerusakan infrastruktur dan mengganggu aktivitas warga.

Sistem Deteksi Jadi Kunci Mitigasi Dini

Faisal menegaskan, keberadaan jaringan detektor sangat krusial untuk mempercepat penyampaian informasi kepada masyarakat. Data dari alat-alat ini menjadi dasar peringatan dini, termasuk potensi tsunami di wilayah pesisir.

Dengan sistem pemantauan yang rapat, BMKG dapat mengirimkan peringatan lebih cepat dan akurat kepada pemerintah daerah serta masyarakat.

Detektor Petir Dipasang di 38 UPT

Selain gempa dan tsunami, BMKG juga memperkuat pengamatan cuaca ekstrem. Salah satunya dengan memasang lightning detector atau alat pemantau petir di 38 UPT BMKG.

Alat ini berfungsi mendeteksi lokasi sambaran petir, tingkat intensitas, serta pola kemunculannya. Informasi tersebut penting untuk keselamatan penerbangan, pelayaran, dan aktivitas luar ruang.

“Kita bisa mengetahui petir terjadi di mana dan seberapa intens,” jelas Faisal.

Kembangkan Prakiraan Cuaca Berbasis Dampak

BMKG juga tengah mengembangkan sistem prakiraan cuaca berbasis dampak atau Impact-Based Forecast (IBF). Sistem ini tidak hanya memprediksi cuaca, tetapi juga memetakan potensi dampaknya terhadap masyarakat.

Misalnya, hujan lebat tidak hanya diinformasikan sebagai curah hujan tinggi, tetapi juga risiko banjir, longsor, atau gangguan transportasi.

Informasi Lebih Kontekstual untuk Publik

Melalui IBF, BMKG ingin memastikan informasi cuaca lebih mudah dipahami dan langsung relevan dengan kebutuhan masyarakat. Pendekatan ini diharapkan membantu pemerintah daerah mengambil keputusan cepat.

“Informasi cuaca ke depan harus berbicara soal dampak, bukan hanya angka,” kata Faisal.

Dukungan untuk Kebijakan Presiden

Pemaparan BMKG ini disampaikan langsung di hadapan Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna. Pemerintah menaruh perhatian besar pada penguatan sistem peringatan dini, seiring meningkatnya risiko bencana akibat perubahan iklim dan aktivitas tektonik.

BMKG pun menegaskan komitmennya untuk terus memperluas jaringan alat, meningkatkan akurasi data, dan mempercepat diseminasi informasi ke masyarakat.

Menuju Indonesia yang Lebih Siaga Bencana

Dengan lebih dari 10.000 detektor aktif, Indonesia kini memiliki salah satu sistem pemantauan gempa dan cuaca paling luas di kawasan. Tantangannya kini terletak pada pemanfaatan data dan kesiapan respons di tingkat daerah.

 

Sumber: Detik.com

Baca Juga:

Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

 

Saksikan berita lainnya:

Reformasi atau Langkah Mundur? Pengesahan RUU TNI 2025

5 Skandal Hakim Terbesar di Indonesia! Bisakah Prabowo Bersihkan Peradilan?

Tags: #BMKG #Bencana #Gempa #Tsunami #Cuaca #Mitigasi #Indonesia
Previous Post

Gerindra Jadi Partai Paling Terbuka Versi KIP 2025

Next Post

Bukan Rizky Ridho, Gol Montiel Juara Puskas 2025

musa

musa

Related Posts

kpk
Nasional

KPK Sita Dokumen hingga Uang saat Geledah Kantor Ditjen Pajak

14/01/2026
dana haji
Nasional

KPK Buka Dugaan Dana Haji Mengalir ke Elite PBNU

14/01/2026
mark-up
Nasional

Prabowo Murka, Bongkar Dugaan Mark-Up Energi

13/01/2026
banjir
Nasional

Banjir Rendam Jakarta, Sejumlah Ruas Tol Macet Panjang

13/01/2026
balikpapan
Nasional

RDMP Balikpapan Beroperasi, Impor Solar Ditarget Nol

13/01/2026
ronald
Nasional

Timothy Ronald Terseret Laporan Dugaan Penipuan Kripto

12/01/2026
Next Post
montiel

Bukan Rizky Ridho, Gol Montiel Juara Puskas 2025

Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.