• About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
Advertisement
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini
No Result
View All Result
Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya
No Result
View All Result
Home Nasional

Biodiesel B50 Dinilai Beratkan Subsidi, Industri Sawit Bereaksi

Rencana mandatori biodiesel B50 memicu kekhawatiran industri sawit karena berpotensi meningkatkan subsidi energi jika selisih harga melebar.

musa by musa
07/03/2026
in Jurnal
0
biodiesel b50
0
SHARES
0
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jurnal Pelopor — Rencana pemerintah untuk menerapkan mandatori biodiesel B50, yaitu campuran 50 persen biodiesel dengan 50 persen solar, mendapat tanggapan dari kalangan pengusaha sawit. Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) menilai kebijakan tersebut berpotensi memperbesar kebutuhan subsidi energi apabila tidak diimbangi dengan kebijakan pendukung yang tepat.

Direktur Eksekutif Gapki Mukti Sardjono mengatakan bahwa selisih harga antara biodiesel dan solar akan menjadi faktor utama yang menentukan besarnya subsidi yang harus disiapkan pemerintah melalui Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP).

“Kalau selisih harga antara biodiesel dan solar makin besar, berarti subsidi yang harus diberikan juga akan semakin besar,” ujar Mukti dalam acara Energy Forum B50 CNBC Indonesia di Jakarta, Kamis (5/3/2026).

Potensi Pembengkakan Subsidi

Menurut Mukti, keberadaan dana dari BPDP memang dapat membantu menutup selisih harga tersebut. Namun, jika spread harga biodiesel dengan solar semakin melebar, maka beban subsidi juga akan meningkat.

Kondisi ini, kata dia, membuat pemerintah berada dalam situasi yang cukup rumit dalam menentukan kebijakan energi.

“Memang ini dilema yang harus dihadapi. Kalau kebutuhan subsidi meningkat, salah satu cara yang bisa dilakukan adalah menaikkan pungutan ekspor atau pungutan ekspor (PE) untuk mencukupi kebutuhan subsidi biodiesel,” jelasnya.

Pungutan ekspor yang dimaksud biasanya dikenakan pada ekspor crude palm oil (CPO) dan produk turunannya. Dana tersebut kemudian digunakan untuk mendukung program biodiesel nasional.

Produksi Biodiesel Harus Ditingkatkan

Selain soal subsidi, Gapki juga menyoroti pentingnya peningkatan produksi biodiesel dalam negeri jika pemerintah benar-benar menerapkan program B50 secara luas.

Mukti menjelaskan bahwa peningkatan porsi biodiesel dalam campuran solar akan meningkatkan kebutuhan bahan baku berupa CPO. Jika produksi tidak meningkat, maka pasokan untuk kebutuhan ekspor berpotensi berkurang.

“Kalau kita ingin mempertahankan B50, mau tidak mau produksi harus ditingkatkan. Kalau produksi tidak naik, yang dikorbankan kemungkinan ekspor kita bisa turun,” ujarnya.

Penurunan ekspor CPO dapat berdampak pada berbagai sektor, termasuk penerimaan devisa negara serta industri turunan sawit.

Bagian dari Strategi Energi Nasional

Program biodiesel sendiri merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk mengurangi ketergantungan pada impor bahan bakar fosil serta meningkatkan pemanfaatan energi berbasis sumber daya domestik.

Indonesia sebelumnya telah menjalankan program B30 dan B35, sebelum kemudian meningkatkan campuran biodiesel menjadi B40 dalam beberapa tahun terakhir.

Jika program B50 diterapkan secara penuh, Indonesia akan menjadi salah satu negara dengan tingkat pemanfaatan biodiesel tertinggi di dunia.

Meski demikian, para pelaku industri menilai kebijakan tersebut perlu diiringi dengan perencanaan produksi, kebijakan ekspor, serta skema subsidi yang matang, agar tidak menimbulkan tekanan baru terhadap anggaran negara maupun sektor perkebunan sawit nasional.

Baca Juga:

Wow! Negara Komunis Ini Naikkan Tunjangan Guru Sampai 70%

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

Tren Baru! Brave Pink Hero Green Ramai Dipakai di Medsos

 

Saksikan berita lainnya:

Reformasi atau Langkah Mundur? Pengesahan RUU TNI 2025

5 Skandal Hakim Terbesar di Indonesia! Bisakah Prabowo Bersihkan Peradilan?

Tags: #BiodieselB50 #IndustriSawit #GAPKI #SubsidiEnergi #KebijakanEnergi #EkonomiIndonesia #KelapaSawit
Previous Post

Kasus Nabilah O’Brien Bergulir ke DPR, RDP Segera Digelar

Next Post

BBM Subsidi Berpotensi Naik, Imbas Harga Minyak Dunia

musa

musa

Related Posts

BBM Subsidi Berpotensi Naik, Imbas Harga Minyak Dunia
Nasional

BBM Subsidi Berpotensi Naik, Imbas Harga Minyak Dunia

07/03/2026
nabilah
Nasional

Kasus Nabilah O’Brien Bergulir ke DPR, RDP Segera Digelar

07/03/2026
all england
Olahraga

Perempatfinal All England 2026: Putri KW Takluk dari An Se-young

07/03/2026
gedung putih
Olahraga

Undangan Donald Trump ke Gedung Putih, Beckham Tidak Muncul

07/03/2026
nuklir
World

Sama-Sama Punya Nuklir, Mengapa Korea Utara Tidak diserang?

06/03/2026
mamah dedeh
Nasional

Bukber di Istana! Mamah Dedeh dan Buya Yahya Turut Hadir

06/03/2026
Next Post
BBM Subsidi Berpotensi Naik, Imbas Harga Minyak Dunia

BBM Subsidi Berpotensi Naik, Imbas Harga Minyak Dunia

Jurnal Pelopor | Pelopor Berita Terdepan dan Terpercaya

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.

Navigate Site

  • About
  • Advertise
  • Privacy & Policy
  • Contact

Follow Us

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Nasional
  • Lokal Daerah
  • Redaksi
  • Olahraga
  • Opini

© 2026 JNews - Premium WordPress news & magazine theme by Jegtheme.